Health & Diet
Diet Mediterania

19 Apr 2016


Sejak Ancel Keys dan Margaret Keys, pasangan peneliti asal Amerika, menjabarkan manfaat pola makan gaya orang Mediterania di tahun 1975, hingga kini para ilmuan dan praktisi kesehatan tidak bosan-bosan mengulik manfaat lain menerapkan diet khas wilayah Laut Tengah ini.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition, tahun 2013 menegaskan bahwa menerapkan gaya hidup Mediterania dinilai efektif mengurangi risiko penyakit kardiovaskular setelah membandingkan dengan pola makan lainnya, seperti vegetarian, vegan, diet indeks glikemik rendah, diet rendah karbohidrat, diet tinggi serat, dan diet tinggi protein.

Pola makan ala Mediterania memiliki total energi yang rendah, banyak mengonsumsi serealia, karbohidrat kompleks, sayuran dan buah segar. Asupan lemak lebih mengandalkan sumbernya dari zaitun, ikan, kacang-kacangan, dan minyak wijen.

“Pola makan tersebut rendah asam lemak jenuh, tinggi serat, dan tinggi asam lemuk tidak jenuh tunggal. Serta tinggi vitamin dan mineral yang mengandung kaya kandungan antioksidan seperti vitamin A, C, dan E,” tutur Hera Nurlita, MKes, dari Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pola diet seperti ini mampu menurunkan berat badan bila diterapkan terus-menerus dan berkesinambungan. Hera menambahkan, “Sama seperti Ornish diet, penurunan berat badan pada kondisi normal akan membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Namun tantangannya, apakah akan tercapai penurunan berat badan yang sukses dan dapat dipertahankan terus-menerus.”

Ini adalah tantangan besar. Karena penurunan berat badan dipengaruhi oleh komposisi zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) yang dikonsumsi dan tidak hanya mengandalkan asupan dari satu jenis zat gizi makro. “Hal lain yang berpengaruh juga perubahan perilaku, peningkatan aktivitas fisik, pengaruh lingkungan seperti jumlah porsi makanan di restoran yang  makin besar dari hari ke hari, serta kemampuan untuk taat pada diet,” tutur Hera. (f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?