Yang namanya kuliah, pasti, nih, nggak lepas dari tugas-tugasnya. Ada yang untuk dikerjakan sendiri. Tapi nggak jarang tugas diberikan agar diselesaikan secara berkelompok untuk mempermudahnya. Untuk itu, saat bekerja dalam tim, setiap anggota dituntut bisa kasih yang terbaik buat timnya. Sayangnya, ada saja teman satu kelompok yang pemalas. Karena itu, kita kudu pintar-pintar menghadapi anggota kelompok yang 'sulit' bekerja sama.
Orang semacam ini mengerjakan apapun lambat. Ditambah lagi suka kelihatan ogah-ogahan kalau dimintai tolong. Alasannya banyak, misal, nggak bisa atau nggak sempat. Terus, dalam mengerjakan sesuatu, motivasinya kurang. Apalagi yang pakai otak dan otot, bisa tiba-tiba merasa bodoh dan lemah!
Ruginya: Susah banget ngajak dia ikut memikirkan tugas yang ada. Ujung-ujungnya, kita sendiri yang mengerjakan. Itu, sih, “belum apa-apa”. Kalau kita ikut-ikutan malas juga? Waduh, bisa bikin tugas nggak selesai-selesai, prestasi pun ambruk!
Menghadapinya: Kalau lagi kumat malasnya, bilang dengan santai tapi tegas, “Hei, gantian dong, malasnya! Saya juga mau santai-santai, nih.” Jadi dia nggak merasa tersinggung tapi tetap paham maksud kita.
Bikin juga daftar pembagian tugas dan kasih dia tanggungjawab. Jadi nggak ada alasan buat malas. Dia menolak? Coret dari kelompok! Mudah-mudahan terpacu supaya nggak malas-malasan lagi. CC


