Dibandingkan hubungan formal antara murid dan guru, biasanya hubungan dosen dengan mahasiswa lebih santai. Dosen supel memang bisa menambah semangat kuliah. Tapi kalau 'ramah'--alias rajin menjamah--males banget! Berhubung hak beliau sebagai dosen mempengaruhi nilai kita, nggak mungkin, dong, menolak secara kasar. Ini dia caranya menghadapi dosen ganjen....
Posisi menentukan prestasi
Nggak hanya berguna pada saat ujian, posisi duduku kita juga bisa menghadapi dosen ganjen. Datang lebih awal dan pilih tempat duduk yang jauh dari jangkauan dosen. Hindari tempat duduk paling depan atau dekat lorong. Kalau perlu duduk di sekitar cowok-cowok yang bisa menjadi bodyguard kita. Pasti beliau mengurungkan niatnya untuk menggoda kita, deh....
Tipe standar
Mata cowok normal pasti langsung jelalatan melihat cewek yang menarik perhatian. Supaya nggak jadi incaran dosen ganjen, ubah penampilan kita di bawah rata-rata. Hindari memoles makeup terlalu tebal, pakai parfum beraroma lembut, dan pilih pakaian sopan dengan warna natural. Kalau merasa nggak nyaman, boleh, kok, bergaya standar hanya saat di jam beliau mengajar.
Calon pengantin
Biasanya cowok malas mendekati cewek yang berstatus unavailable. Saat 'terjebak' berdua dengan beliau untuk konsultasi atau bimbingan skripsi, selipkan obrolan menjurus 'pengumuman'. Seperti "Bimbingan skripsinya dipercepat, ya, Pak. Saya janji untuk fitting baju pengantin." Atau pakai cincin di jari manis tangan kanan dan pamerkan saat menyibak rambut. Dijamin, beliau mundur teratur, deh!
Atur jadwal kuliah
Jika semua cara di atas nggak berhasil, terpaksa pakai cara yang agak merepotkan, nih. Atur ulang jadwal kuliah dan hindari kelas beliau. Pilih kelas yang diajar dosen lain. Nggak ada salahnya, kan, berkorban sedikit demi kenyamanan saat kuliah. CC


