Foto: Dok. Rajasa Pramesywara
2. Art Jakarta di Tengah Hutan Kota
Pergelaran karya seni terbesar di Jakarta, Art Jakarta kembali digelar dengan sedikit penyesuaian. Bila biasanya ajang Art Jakarta digelar dalam exhibition hall ataupun ball room hotel, pandemi tentu berpengaruh besar terhadap keputusan panitia yang akhirnya menyelenggarakan Art Jakarta di tengah hutan kota. Bertajuk Art Jakarta Gardens 2022, tahun ini penyelenggaraan acara digelar di area restoran Hutan Kota Plataran kawasan Gelora Bung Karno.Beberapa karya seni patung ataupun instalasi dipajang pada area taman restoran, sebut saja patung ‘An Ardent Yearning’ karya Roby Dwi Antono, seniman kontemporer Yogyakarta yang kian dilirik pecinta seni kontemporer internasional. Patung karakter rekaan Roby Dwi yang memegang mainan Godzilla ini dihadirkan oleh Museum of Toys dan dipajang tampak sentral diantara kedua tenda para galeri seni. Ada sesuatu yang unik dan menarik dari tiap karya Roby, penuh gelitik sisi melankolis para pecinta seni yang melihatnya.
Karya Jompet Kuswidananto yang dinaungi ISA Art pun dihadirkan sarat makna. Instalasi gothic sarat makna dan romantisme akan kerja keras yang menghasilkan keindahan, dihadirkan dramatis dalam bentuk chandelier antik yang jatuh menimpa piano.
Disamping patung dan seni rupa yang dihadirkan pada area taman, ada dua tenda yang menaungi 20 galeri seni baik dari dalam dan luar negeri. Nama-nama galeri seni kontemporer yang kerap diserbu pecinta seni milenial pun hadir dengan seniman-seniman kebanggaan mereka. Tak hanya seni fisik, karya-karya NFT yang dikurasi Evan Tan dan dinaungi aplikasi blockchain Solana juga dihadirkan sebagai opsi terkini dari kegiatan pegiat seni.
Museum of Toys membawa lukisan serta seni rupa karya Eko Nugroho dan Arkiv Vilmansa yang wajib dilirik saat berkunjung. Kohesi Initiative menghadirkan karya Agugn, Abenk Alter, Addy Debil serta beberapa seniman muda dengan karya yang kian dicari kolektor muda.
Artsociates turut menampilkan karya Mujahidin Nurrahman yang sarat kritik sosial, bentuk senapan disusun membentuk pola berulang menciptakan bentuk geometris berulang menjadi bentuk kepala kelinci imut. Uniknya motif itu dibuat dengan membuat potongan satu demi satu di atas kertas tipis
Masih dari Artsociates, kerja keras dan konsep kuat dari Eddy Susanto patut diapresiasi. Karya seni memang bisa bercerita, kira-kira itulah deskripsi paling tepat untuk lukisan Eddy Susanto yang dibuat dari tulisan tangan satu demi satu membentuk gambar dan penceritaannya tentang sejarah dan politik budaya pada masa lampau.
Sementara Rachel Gallery menghadirkan patung karakter porselen ‘Aruna’ ciptaan Putu Arya. Aruna mengenakan busana gaun yang dibuat khusus Denny Wirawan. Terinspirasi dari sosok perempuan Gen-Z yang mulai mendulang prestasi pada berbagai bidang yang dipilih, Denny Wirawan merancang 10 tampilan busana sesuai dengan profesi tiap boneka Aruna.
Ada pula presentasi seniman ternama Internasional. Hedonist Gallery dengan berani memajang piringan perak karya Pablo Picasso, ‘Visage en Forme d’Horloge’. Karya seni cetak ciptaan Picasso tahun 1955-56 ini menjadi salah satu karya seni eksklusif di Art Jakarta 2022.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut
Topic
#ArtJakartaGardens, #Gallery, #MuseumMacan, #ROHProject, #GaleriNasional, #Spac8Ashta


