Catatan sejarah di Museum Ternate di Kota Ternate menyebut, paruh akhir abad ke-16 singkong sudah jadi makanan pokok (selain sagu, sukun dan umbi-umbi lain) di Maluku Kie Raha --persaudaraan empat kerajaan Islam di belahan dunia paling timur (terdiri dari Ternate, Tidore, Jailolo Halmahera, dan Bacan)-- yang wilayahnya mencakup Maluku dan Maluku Utara serta sebagian Papua Barat saat ini.
Namun, baru dua abad kemudian singkong dibudidayakan secara luas. Untuk itu, barangkali kita perlu berterima kasih pada biolog dan kurator tumbuhan asal Jerman, Johannes Elias Teysmann, yang tahun 1810 membawa bibit singkong dari Ternate dan menanamnya di kebun koleksi di Kota Bogor, Jawa Barat. Singkong lantas dikembangkan di kebun-kebun penelitian di kawasan Cimangu. Bogor, yang kemudian berkembang ke kawasan luas Nusantara. Bahkan ada catatan menyebut, singkong yang kini jadi makanan pokok banyak negara di Afrika, bibitnya juga berasal dari Kebun Raya Bogor.(f)
Topic
#WisataBogor
