
Belakangan ini, kehadiran microgreens dalam piring saji menjadi tren kuliner. Sayuran mungil nan cantik ini menjelma menjadi bahan penting bagi chef terkini dan merajai dapur fine dining. Tak hanya dijadikan bahan racikan salad, sandwich, atau sup, microgreens juga tampil sebagai garnis yang atraktif.
Menurut chef Joel D’Souza, microgreens adalah gourmet vegetable confetti. Sayuran mini ini membuat sajian tampil memukau dengan tambahan nilai estetika dan nutrisi yang tinggi.
Ada 3 alasan mengapa microgreens begitu digilai para foodie. Pertama, tampilan visual microgreens begitu menggoda, mungil dan kaya warna. Kedua, microgreens memberikan sensasi flavor baru yang lebih intens dengan tekstur renyah yang disukai. Ketiga, nilai nutrisinya 30% lebih banyak dibanding sayuran biasa, di antaranya vitamin C, E, K, dan karotenoid (prekursor vitamin A).
Microgreens adalah benih sayuran yang disemai dan ditumbuhkan hingga helaian daun pertamanya muncul, yaitu sekitar 10 hingga 14 hari. Tingginya sekitar 6-10 cm. Pada tahap ini, sayuran harus segera dipanen dan dikonsumsi dalam keadaan segar.
Jenis sayuran yang lazim ditampilkan sebagai microgreeens antara lain mustard cress, red radish (lobak merah), spinach, basil, coriander (ketumbar), fennel, arugula, bit, kale (kailan), dan brokoli.
Saat ini, microgreens masih jarang ditemukan di pasaran walau ada beberapa pelaku yang menjualnya secara online di media sosial. Anda pun bisa menanamnya sendiri di dalam rumah. Caranya mudah. Semaikan benih sayuran dalam pot berisi tanah yang subur, letakkan di dekat jendela, namun jaga agar tidak terkena sinar matahari langsung. Siram dengan sedikit air tiap hari, dan tunggu hingga benih tumbuh dan daun pertamanya muncul. Microgreens pun siap dipanen!(f)




