Petty S. Fatimah (Femina Media/ www.femina.co.id), Margaretha Untoro (Majalah Dewi/ www.dewimagazine.com), Leoni Sihombing (Gadis/ www.gadis.co.id), Tenik Hartono (Ayahbunda/ www.ayahbunda.co.id), dan Alice Larasati (buku resep Primarasa/ www.primarasa.co.id), berkumpul di Starbucks Indonesia gerai Pakubuwono di acara kasual bertajuk Coffee with the Chiefs, menempati area slow bar (Starbucks Reserve Experience Bar) yang khusus ditujukan untuk penyeduhan biji kopi teknik manual brew.
Para penulis ini berkumpul untuk mempelajari teknik seduh manual yang sedang in tersebut. Seiring dengan makin terbukanya akses menikmati biji kopi berkualitas, teknik manual brew meluas karena dinilai mampu memunculkan karakter kopi, meliputi segi aroma, body, flavor, dan acidity.
Starbucks Reserve – Sumatra Lake Toba adalah biji kopi hasil petikan dari micro lot, istilah untuk perkebunan penghasil biji kopi berkualitas dalam jumlah terbatas. Karena kelangkaannya, biji kopi ini melalui proses yang lebih khusus, dari tahap growing, processing, harvesting, hingga roasting (yang dilakukan secara terstandarisasi di Seattle). Biji kopi ini dijual di seluruh enam gerai Starbucks - Indonesia yang memiliki simbol ‘R’ (Starbucks Reserve).
Pemimpin sesi belajar adalah Edward Reza Firmansyah (Edo). Tak hanya ia seorang Coffee Master -istilah untuk barista yang cakap menyeduh biji kopi kategori Starbucks Reserve-- ia juga barista terbaik Starbucks Indonesia periode 2017 – 2018 yang lolos serangkaian tes di ajang Starbucks Barista Championship 2017. Ia akan mewakili Indonesia di klasifikasi Asia Pasifik tahun ini.
Semua peserta diajak mengenali perbedaan kopi Sumatra terbaru itu, yang diseduh menggunakan alat seduh V60 dan coffee siphon. Edo ingin menunjukkan bahwa lain alat, lain pula sensasi akhirnya.
Ia juga memperlihatkan perbedaan hasil giling bubuk kopi, penentu besar dari hasil akhir seduhan kopi. Tingkat kehalusan ini secara garis besar dibagi atas skala fine, medium, hingga coarse. Untuk mencapai tingkat kehalusan yang dibutuhkan, ia menekankan pentingnya peran coffee grinder bagi mereka yang rutin menyeduh kopi di rumah. Kombinasi tekstur bubuk kopi dan durasi kontaknya dengan air akan menentukan apakah hasil akhir kopi akan menjadi minuman yang under-extracted, proper-extracted, atau over-extracted.
Petty S. Fatimah menerima tantangan Edo untuk menyeduh kopi menggunakan coffee siphon. Penggunaannya memang tak semudah V60 atau alat pour-over sejenis. Perpaduan teknik aduk, durasi, gramasi kopi, dan pengaturan panas dilakukan saksama demi ekstrasi sempurna. Dibandingkan hasil seduhan menggunakan V60, alat bermetode vacuum pot ini menghasilkan cita rasa yang lebih intens.
Sebagai teman minum kopi, Es Cendol Macaron, cookie terbaru yang melibatkan rasa eksotik nangka, santan, pandan, dan gula merah. Camilan yang menutup sesi belajar dengan manis.
Secara berkala, Starbucks Indonesia menyelenggarakan sesi belajar sejenis, Coffee Seminar, yang menyebar di gerai Starbucks Reserve. Materinya bervariasi, mulai dari Basic Brewing Class, Intermediate Brewing Class, Espresso dan Latte Art.
"Peminatnya selama ini beragam, dari penikmat awam yang ingin lebih memahami kopi hingga mereka yang serius menerjuni profesi kopi," ujar Yuti Resani, Marketing Communications & CSR Manager PT Sari Coffee Indonesia, perusahaan pemegang lisensi Starbucks Indonesia. Anda yang ingin ikutan acara serupa bisa mendapatkan info terkininya di akun Instagram @starbucksIndonesia. (f)
Trifitria Nuragustina


