
Foto: Stocksnap.io
Sarapan apa Anda hari ini? Bubur ayam, nasi goreng, nasi uduk, mi goreng, atau hanya setangkup roti beroles selai stroberi? Secara bergantian bisa jadi deretan menu inilah yang jadi pilihan makan pagi sehari-hari Anda. Mungkin, ada kalanya (sesekali) Anda memilih untuk sarapan di sebuah coffee shop dekat kantor, menikmati secangkir hot cappuccino dan sepotong sandwich, demi menghilangkan kebosanan menikmati sarapan dengan menu yang selalu sama.
Tak heran jika momen menikmati sarapan di sebuah hotel berbintang selalu terasa lebih ’leluasa’ dan menyenangkan. Variasi makanannya banyak pilihan, dengan berbagai macam style, misal American breakfast, Continental breakfas, atau English breakfast. Seperti halnya menu sarapan ala resto Sailendra di Hotel JW Marriott, Jakarta, mulai dari scrambled egg, croissant, baguette, rye bread, aneka selai, hingga 8 jenis jus dari buah segar siap ’melayani’ selera santap Anda.
Bingung menjatuhkan pilihan dan kesulitan memadu-padankan menu internasional yang disediakan? Berikut ini panduan menu sarapan ala Barat yang populer tersaji di hotel berbintang.
American Breakfast
Sarapan gaya Amerika ini juga disebut American style breakfast. Isinya adalah dua butir telur yang diolah menjadi omelet atau scrambled egg, potongan bacon atau sosis, roti dengan olesan mentega dan selai, pancake dengan sirop maple, sereal dengan susu, kopi atau teh, dan segelas jus.
Di Amerika Serikat dan Kanada, telur termasuk menu sarapan favorit. Pokoknya, tak ada sarapan tanpa telur setiap harinya. Dan, biasanya, telur hanya diolah menjadi dua variasi seperti di atas, yaitu omelet dengan paduan bacon, bawang bombay, paprika, dan jamur. Atau dibuat menjadi scrambled egg alias telur orak-arik.
Selain telur, pancake juga adalah makanan sarapan populer ala Amerika. Selain dibuat sendiri di rumah, mereka biasa datang ke restoran pancake. Salah satunya dan yang paling beken adalah IHOP (International House of Pancakes) yang didirikan tahun 1958. Di tempat ini, selain pancake, tentu saja yang juga jadi hot breakfast item lain adalah waffle dan french toast.
Continental Breakfast
Set menu sarapan ini juga biasa menghiasi deretan sajian breakfast di hotel berbintang. Continental breakfast ini ngetop di area Prancis bagian selatan dan Italia bagian selatan (Mediterania). Makanannya tidak terlalu berat, tapi cukup mengenyangkan hingga waktu makan siang. Menunya terdiri dari kopi dengan susu (biasanya cappuccino atau latte), atau susu cokelat panas. Ditemani dengan brioche, baguette, atau croissant dengan olesan selai, krim, atau cokelat oles. Jika suka, bisa juga ditambah dengan segelas jus, seiris cold meat seperti salami, yoghurt, atau sereal. Sedangkan di Belanda dan Skandinavia, kadang-kadang menu Continental breakfast ini juga bisa ditambahkan buah-buahan, keju, dan telur rebus.
English Breakfast
Kebalikan dari Continental breakfast, jenis makanan English breakfast lebih komplet sehingga kadang-kadang disebut juga full breakfast. Untuk membuatnya, orang Inggris rela bangun lebih pagi demi menyiapkan sarapan yang tersaji hangat untuk sarapan. Variasinya adalah telur mata sapi, bacon, sosis, roti bakar, baked beans (kacang putih yang dimasak dengan saus tomat), dan tomat goreng. Pilihan minumannya adalah jus, teh, atau kopi. Jika tak sempat memasak English breakfast untuk sehari-hari, biasanya menu ini disiapkan saat weekend. Full English breakfast kini bisa dinikmati di resto atau kafe. Sedangkan alternatif untuk sarapan di weekdays hanya berupa roti bakar, telur, sosis, atau bacon dengan segelas jus, teh, atau kopi.
Break & Fast = Ajaran Gereja?
Breakfast dalam bahasa Inggris adalah gabungan dari dua kata, yaitu break dan fast sehingga diterjemahkan menjadi berbuka setelah makan terakhir, yaitu makan malam di hari sebelumnya. Konon, masyarakat Eropa di abad pertengahan awalnya tidak terbiasa dengan sarapan. Kebiasaan mereka adalah makan hanya dua kali dalam sehari, yaitu saat sore dan malam. Untuk anak-anak dan orang cacat yang memang membutuhkan asupan makanan lebih banyak dibandingkan orang dewasa sehat, diperbolehkan menyantap sedikit makanan di pagi hari. Selain itu, ajaran ini pun berkaitan dengan ajaran gereja yang sangat kuat pada masa itu untuk tidak sarapan pada pagi hari.
Mulai sekitar abad ke-15, saat masyarakat yang beraktivitas di luar rumah makin banyak dan mereka membutuhkan energi lebih banyak, masyarakat yang makan saat pagi hari juga ternyata makin banyak, walau mereka melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. Lama-kelamaan makin banyak golongan masyarakat yang sarapan sampai akhirnya kalangan bangsawan pun ikut mengabaikan larangan gereja dan ikut-ikutan menikmati sarapan. Kemudian, sarapan pun menjadi hal yang umum, seperti yang dilakukan oleh masyarakat hingga saat ini.
Pentingnya sarapan juga dimuat dalam sebuah karya sastra, yaitu dalam novel Metamorphosis karya Franz Kafka yang diterbitkan tahun 1915. Dalam karya tersebut tercantum kalimat, ”For Gregor’s father, breakfast was the most important meal of the day.”
Sarapan ala Australia
Sarapan orang Australia lebih ’ringan’, yaitu sereal, roti panggang, buah, dan jus. Tapi, di saat-saat tertentu, ada satu kebiasaan unik tentang sarapan orang Australia ini. Mereka punya kebiasaan menonton pacuan kuda saat weekend. Sebelum menonton pacuan kuda yang berlangsung di akhir minggu pagi ini, mereka mengisi perut terlebih dahulu. Kegembiraan berpiknik ini membuat menu sarapan mereka jadi lebih istimewa. Namanya adalah Chicken and Champagne Breakfast. Menunya, tentu saja, ada ayam panggang, telur, buah, roti beroleskan selai, dan sebotol champagne.
Larangan Minum Alkohol
Orange juice adalah minuman favorit untuk sarapan ala Barat. Selain itu, ada juga teh, kopi, cokelat, atau susu kedelai (khusus di Vietnam dan Cina). Alkohol tidak pernah disajikan saat sarapan. Kalaupun ada minuman yang dicampur alkohol, seperti Mimosa Cocktail (campuran antara champagne dan jus jeruk), Bloody Mary Cocktail (campuran vodka dan jus tomat rempah), dan kopi dengan campuran liqueur, biasanya disajikan hanya saat brunch dan jarang sekali dikonsumsi kurang dari pukul 10 pagi.
Pengaruh Prancis
Vietnam dan Kamboja merupakan negara Asia yang menu sarapannya sangat terpengaruh budaya Barat. Di pasar-pasar tradisional setiap paginya terlihat banyak penjual baguette (roti tongkat ala Prancis) dalam wadah-wadah dari bambu. Baguette ini lalu diolah menjadi sandwich dengan isian telur mata sapi. Namanya adalah Banh Mi Hot Ga Op La. Op la adalah terjemahan dari bahasa Prancis untuk oeuf au plat, yang artinya telur mata sapi. Sebagai teman sarapan, minumannya adalah kopi, teh, jus, atau susu kedelai.
Breakfast at Tiffany’s?
Sebuah film produksi Hollywood yang dirilis pada tahun 1961 ini sangat terkenal. Namun, meski judulnya menyebutkan kata breakfast, sebetulnya film ini tidak mengacu pada makna kata sarapan yang sebenarnya, melainkan kegembiraan Holly Golightly (diperankan oleh Audrey Hepburn) yang selalu pulang ke apartemennya di Fifth Avenue, New York, di pagi hari usai berpesta dan turun dari taksi tepat di depan toko berlian Tiffany. Bagi Holly, menikmati kemilau berlian yang ada di etalase Tiffany ibarat sarapan bagi dirinya. (f)
Heni Pridia


