Food Story
Seru Belajar Meracik Jamu

24 Nov 2019

Foto: Belinda
 
Sudah tidak diragukan lagi, jamu memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh. Meski warisan budaya nenek moyang ini perlahan meredup, belakangan tren menikmati jamu kembali bangkit. Kemasan yang modern, narasi menarik, dan mudah didapat, membuat generasi muda  mulai menyukai jamu.

Meski sesi konferensi dan master class telah selesai, area festival Indonesian Womens Forum 2019 masih meriah. Pada Jumat, (23/11). IWF 2019 menghadirkan salah satu penggiat jamu, Nova Dewi, pendiri Suwe Ora Jamu di mini stage. Ia bercerita tentang alasannya mendirikan kedai khusus jamu yang terlihat kekinian.

"Saya mendirikan Suwe Ora Jamu tahun 2012 dengan harapan bisa mengenalkan kembali jamu, terutama ke generasi muda yang sudah jauh dari tradisi minum jamu. Sejauh ini, Suwe Ora Jamu telah berhasil memproduksi sembilan varian jamu yang berbeda dan akan terus dikembangkan di masa datang," ujar Nova.

Sementara untuk mengantisipasi bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan jamu di alam liar, yang mulai punah, ia berusaha membudidayakannya. "Kita bisa mulai dengan memelihara tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di sekililing kita."
 
Meracik jamu bersama Suwe Ora Jamu. / Foto: Belinda

Hari itu Nova akan memberi demo membuat jamu, namun sebalumnya ia menceritakan latar belakang jamu.  "Jamu temu adalah jamu yang terkenal di Indonesia. Temulawak dan temu ireng adalah salah dua jamu temu yang sering dicari."

Mengenali bahan pembuat jamu sangat penting, karena itu langkah pertama yang Nova lakukan adalah mengajak 20 peserta yang hadir untuk mencari temu ireng di wadah penuh dengan bahan-bahan mentah jamu.

Salah satu peserta berhasil menemukan temu ireng dengan mudah. "Yang membedakan temu ireng adalah saat dipatahkan terlihat ireng atau warna kebiruan di dalamnya," ujar Nova memberi info.

Nova melanjutkan acara dengan memberikan demonstrasi cara membuat jamu ala Suwe Ora Jamu, menggunakan teknik infused water. Kebanyakan dari jamu instan yang tersedia dipasaran memblender bahan-bahan jamunya yang kemudian dijadikan bubuk dan dikemas dalam kemasan berbentuk sachet. Sebaliknya, Suwe Ora Jamu menggunakan teknik memotong, menumbuk, dan mengiris. Bahan-bahan jamu tersebut dimasukkan ke dalam saringan atau langsung di celupkan ke dalam gelas. 


Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan tentang jamu. / Foto: Belinda

Untuk memberi rasa manis pada jamu menurut Nova yang terbaik adalah menggunakan stevia, gula aren, atau gula kelapa. Tapi ia berpesan agar pemanis yang diberikan tidak terlalu banyak. Malahan menurutnya akan lebih baik lagi jika tidak sama sekali menggunakan pemanis. 

Ilmu tentang jamu sangat luas dan meracik jamu perlu banyak belajar. Karena itu Suwe Ora Jamu membuka kelas workshop secara berkala bagi mereka yang tertarik untuk mendalami jamu. (f)

Belinda Furati Millenia (Kontributor)

Editor: Nuri Fajriati

Baca Juga:


Merangkai Centerpiece Bersama Jackflo
Resep Kulit Sehat Walau Tambah Usia
Intip Area Festival Indonesian Women’s Forum 2019
 


Topic

#IndonesianWomensForum2019, #IWF19, #iwf, #iwf2019, #jamu

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?