Rasa umami ditemukan oleh seorang profesor Universitas Immperial di Tokyo pada tahun 1907 yang bernama Dr. Kikunae Ikeda.
“Dibandingkan dengan 4 rasa lainnya, umami atau rasa gurih sedikit sulit dijelaskan, saya pertama kali memperhatikan umami saat makan hidangan sederhana di Jepang yaitu tahu ross,” ujar Ikeda dalam video rekaman wawancara yang ditampilkan di Ajinomoto Visitor Center, Karawang.
Hidangan tahu ini sangat sederhana, tidak mengandung garam atau gula. Tapi, rasanya begitu enak. “Rahasianya ada pada rumput laut yang dimasak hanya menggunakan air,” sambungnya.
Dengan seluruh rasa keingintahuannya, Ikeda mencurahkan hidupnya meneliti dibalik rasa (umami) ini. Pada akhirnya, Ikeda berhasil mengekstrak asam gultamat yang menjadi rahasia dari rasa umami itu.
Asam glutamat yang menjadi komponen utama dari umami tidak hanya terdapat dalam rumput laut, tapi juga terkandung dalam berbagai makanan. Ia banyak ditemukan dalam tomat, keju, bahkan air susu ibu (ASI).
“Pada dasanya, ketika bayi lahir, rasa pertama yang mereka rasakan adalah umami. Ketika mereka merasakan umami, wajah mereka akan menjadi tenang. Pertemuam pertama kita dengan umami melalui air susu ibu adalah bagian dari aliran alami kehidupan,” jelas Ikeda.
Dalam wawancaranya, Ikeda juga menceritakan studinya di Jerman pada tahun 1899. Ia kaget melihat fisik orang Jerman yang besar berkat asupan gizi yang baik. Keinginan kuat untuk meningkatkan gizi orang Jepang melalui kelezatan muncul saat itu. Hingga pada tahun 1909, bersama Saburosuke Suzuki junior yang memiliki semangat sama, keduanya memulai bisnis penyedap rasa umami pertama melalui Ajinomoto.
Sejarah umami ini merupakan salah satu wahana di Ajinomoto Visitor Center yang diluncurkan bulan Juli 2019 lalu oleh PT. Ajinomoto di area pabriknya, di Karawang, Jawa Barat. Pusat pengunjung ini dibagi dalam tiga zona. Zona pertama: Area Exhibition dan Teater Umami. di zona ini terdapat tampilan audio visual mengenai penjelasan cikal bakal Dr. Kikunae Ikeda menemukan umami di Jepang pada tahun 1909 bersama Saburosuke Suzuki dan menjual produk Ajinimoto untuk pertama kalinya.
Zona kedua: Terdapat fasilitas 3D Projection Mapping yang menjelaskan proses produksi di MSG AJI-NO-MOTO® yang memiliki standar kualitas Jepang, dalam bentuk miniatur semua sangat jelas terlihat proses pengolahan sampai selesai.
Zona ketiga : terdapat informasi kontribusi Ajinomoto melalui Nutrition Policy dan berbagai program gizi. Selain itu Ajinomoto melalui melalui dapur Umami memberikan inspirasi 100 resep masakan lezat dan bergizi yang terpampang ditembok yang bisa di akses melalui QR Barcode scan. Di zona ini juga terdapat games interaktif dan activity area seputar produk-produk Ajinomoto.
Dengan dibukanya fasilitas ini, diharapkan para pengunjung dapat belajar serta mendapat pengalaman yang menyenangkan dan unik dalam menelusuri sejarah dan rasa umami.
Baca juga:
Cerita Sapi Perawan dari Prefektur Shiga
Alternatif Susu Untuk Para Lactose Intolerance
Topic
#umami, #msg



