
Food Story
5 Makanan Fermentasi Khas Indonesia
25 Jul 2019

Foto: shutterstock
4/ TAPAI
Ada juga tapai, seperti tapai ketan atau tapai singkong. Tapai ketan dibuat dengan mengukus beras ketan, diberi ragi tapai, kemudian difermentasi selama beberapa hari. Beberapa daerah membungkusnya dengan daun pisang atau daun jambu.
Untuk tapai singkong, dibuat dari singkong kukus yang ditaburi ragi tapai, lalu difermentasi 2-3 hari. Ragi ini mengandung beberapa bakteri baik yang bisa menjaga sistem pencernaan. Makanya, tapai ini bisa memperlancar pencernaan.
Tapai juga mengandung vitamin B1 yang dibutuhkan massa otot dan sistem saraf agar tetap bekerja dengan baik.

Ada juga tapai, seperti tapai ketan atau tapai singkong. Tapai ketan dibuat dengan mengukus beras ketan, diberi ragi tapai, kemudian difermentasi selama beberapa hari. Beberapa daerah membungkusnya dengan daun pisang atau daun jambu.
Untuk tapai singkong, dibuat dari singkong kukus yang ditaburi ragi tapai, lalu difermentasi 2-3 hari. Ragi ini mengandung beberapa bakteri baik yang bisa menjaga sistem pencernaan. Makanya, tapai ini bisa memperlancar pencernaan.
Tapai juga mengandung vitamin B1 yang dibutuhkan massa otot dan sistem saraf agar tetap bekerja dengan baik.

Foto: shutterstock
5/ ONCOM
Khas Jawa Barat. Sedap untuk campuran tumisan, sambal, sayur, hingga adonan keripik.
Ada dua jenis oncom, yaitu oncom merah dan hitam. Terbuat dari sisa kedelai produksi tahu yang difermentasi dengan kapang Neurosporaselama 2-3 hari.
Oncom mengandung beta karoten (zat antioksidan) yang baik untuk mencegah paparan sinar UV. (f)
Baca Juga:
Ini Bedanya Okonomiyaki Ala Osaka Dan Ala Hiroshima. Mana Yang Anda Suka?
Apa Itu Kurma Medjool?
Mengapa Telur Dikaitkan dengan Perayaan Paskah?
Berlianti Savitri
Editor: Nuri Fajriati
Topic
#foodstory, #makananfermentasi, #tempe, #tempoyak, #tape, #brem, #kulinerIndonesia
event
recommended


