
Ruth Wijaya, Komunitas Jalansutra
Tampilan makanan tentu memengaruhi selera makan. Bahan makanan berkualitas dan teknik memasak yang baik sangat memengaruhi penampilan makanan. Misalnya saja, tumis kangkung Lombok, penampilannya lebih segar jika berwarna hijau muda, bila dimasak dengan cara tepat.
Makanan enak sebenarnya relatif. Bagi saya enak, tapi mungkin bagi orang lain tidak. Namun, rekomendasi dari teman yang seleranya sama bisa saja men-drive saya mencoba makanan baru.
Selain itu, lokasi juga menjadi salah satu alasan mencoba rumah makan baru, misalnya saya sengaja berkunjung ke wilayah tertentu untuk mencoba tempat-tempat makan yang ada di sana, asal nyoba saja.
Menurut saya, makanan enak dipengaruhi oleh suasana saat menyantapnya. Misal, saat mencoba sup buntut di salah satu warung di Bandung. Udara yang sejuk, pepohonan yang rindang, ditambah harga yang sangat bersahabat, makanan itu terasa begitu enak. Biasanya, saya mendapatkan referensi makanan yang enak dari teman-teman atau dari majalah.
Namun, kadang-kadang saya asal coba saja. Lihat ada warung baru buka di daerah sekitar rumah, ya, langsung saja saya coba. Kalau enak bisa jadi langganan, tapi kalau tidak sesuai selera, saya tidak akan berkunjung lagi.Jarang sekali saya menggunakan media sosial untuk mencari tahu makanan baru yang ingin dicoba. Saya hanya senang melihat fotonya. Rasa enak tetap jadi pertimbangan nomor satu bagi saya.
Makanan yang enak versi komunitas kami adalah makanan yang membuat kita senang menyantapnya. Tiap anggota komunitas juga memiliki selera yang berbeda-beda. Yang pasti, kami semua berani mencoba. (f)
Baca Juga:
Restoran Sareng-Sareng Megibung, Hadirkan Rasa Lokal dari Desa Manuaba, Bali
Mencari Inspirasi untuk Menulis? Cek Writers Bar di Raffles Hotel Jakarta
Editor's Choice: Dua Restoran Makanan Sehat yang Wajib Anda Coba
Topic
#foodreview


