Food Review
Rekomendasi Teman Sampai Instagram Jadi Alasan 3 Sahabat Femina Memilih Resto

20 Jun 2018


Foto-foto : Dok. Pribadi

Perilaku makan kita tak hanya digerakkan oleh rasa lapar fisik belaka, melainkan juga apa yang sedang menjadi tren dan ulasan mengenai restoran tersebut.  Apalagi manusia pasti memiliki kecenderungan untuk mencoba sesuatu yang baru. Terlebih lagi di era media sosial ini, memudahkan kita untuk mendapatkan informasi mengenai apa yang baru dan sedang menjadi tren. Kita ingin diakui menjadi bagian masyarakat modern dan tidak ketinggalan zaman.
 
“Ini disebut dengan konformitas sosial. Mereka mengikuti apa yang sedang menjadi tren karena tidak ingin berbeda dari orang lain. Karena biasanya, ketika kita dianggap ‘berbeda’ dari orang lain, kita akan dianggap tidak gaul atau dikucilkan,” tutur psikolog Ermanda Saskia Siregar, yang akrab dipanggil Manda.

Berikut pengakuan tiga sahabat Femina saat mereka mencoba sebuah resto atau makanan:

 

Daniel Marpaung, Mahasiswa S-2 International Hospitality, International Management Institute, Swiss
 
Mencoba makanan bisa dibilang hobi saya. Saya suka mencoba makanan yang unik, baik dalam hal rasa, penampilan, bahkan cerita latar belakang dari masakan tersebut. Tapi rasa tetap menjadi alasan yang utama untuk saya mencoba makanan baru.
 
Tampilan makanan dalam foto tidak begitu berpengaruh besar untuk saya. Terkadang, tren menjadi hal yang mendorong saya untuk mencoba makanan atau restoran baru. Tapi, rasa yang enak mempunyai pengaruh besar pada ketertarikan saya terhadap makanan. Bagi saya, makanan yang enak adalah makanan yang rasanya tidak berlebihan.
 
Ada balance dalam palet lidah. Dessert misalnya, manisnya harus pas. Atau hidangan gurih, yang tidak didominasi oleh satu rasa saja, misal pedas atau asin. Untuk mencari referensi makanan enak, terkadang saya menggunakan media sosial. Tapi, saya lebih percaya pada rekomendasi orang dari mulut ke mulut.
 
Misalnya, saat berkunjung ke suatu kota atau daerah yang belum saya kunjungi sebelumnya, saya biasanya menanyakan langsung kepada orang sekitar tentang tempat makan yang enak. Di era media sosial seperti saat ini, penampilan makanan sekadar untuk kebutuhan ‘pamer’. Namun, makanan bukan pajangan. Jika hanya tampilan cantik, tapi rasanya biasa saja, jarang ada yang mau kembali.
 
 


Topic

#foodreview

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?