Food Review
Ngopi di Hutan Pinus

9 Apr 2016


Suasana minum kopi yang belum ada sebelumnya ditemukan di bangunan kayu Armor Coffee. Bayangkan sebuah log cabin di luar negeri, namun diisi oleh mereka yang sama-sama berhasrat pada kopi. Pelari dan pesepeda pagi saling melepas lelah, meminum kopi hitam di tengah hutan pinus bersemilir udara sejuk Dago Atas.
           
Saat itu pukul 9 pagi, ketika barista Mukhamad Lufiyana menyeduh kopi robusta asal Sumatra pesanan femina. “Biji kopi lainnya dihimpun dari petani Garut, Malang, Lombok, Flores, dan Sulawesi, serta kami sangrai sendiri,” jelasnya. Hasil sangraian digunakan terlama 2 minggu. Tak perlu disimpan berlama-lama jika Anda ingin merasakan karakter terbaiknya.

Ia dengan saksama menyeduh bubuk kopi dengan jumlah menit yang pas menggunakan alat seduh manual Hario V60. Putaran air panas membasahi tiap bubuk kopi yang digiling ideal, perlahan menembus paper filter. Tiada gerakan tergesa dari sang barista. Ia tak mau mengecewakan pagi femina dengan rasa kopi yang kelewat terekstrasi. Aaahh, karakter fruity robusta ini ‘berbicara’ tanpa perlu dicela susu.
           
Seduhan robusta menggunakan teknik Vietnamese coffee-drip menemani femina menapaki kerikil, menjauh dari kedai. Kehangatan kopi dalam genggaman menemani diri yang menyaksikan kerumunan tamu yang makin siang makin ramai. Mereka enggan beranjak, bersukacita dengan suasana luar ruang dan udara sebersih ini, keinginan yang luput terjawab oleh kedai-kedai kopi kekinian.
           
Dengan suasana selokal ini, Armor Coffee memang tak perlu latah menyajikan viennoiseries seperti croissant atau pain au chocolat. Cyirweng Rujak Sauyunan (alias Rujak Cireng Bersama-sama), Pishang Gowreng, dan Risolinda (Risoles Goreng) bangga bersanding dengan kopi negeri di meja kayu tamu.
           
Ketika pesanan yang Anda sebutkan di kasir bukanlah kopi, melainkan green tea, black tea, atau oolong tea, saksikan bagaimana alam masih akan memainkan pikatnya kepada Anda. Armor Coffee, bekerja sama dengan suasana, telah sukses memformulasikan kesenangan yang unik dan berbeda.(f) 
 
Alamat: Taman Hutan Raya Djuanda, Jl. Ir. H. Djuanda, Dago Pakar, Bandung.
Telp: +6285956270303.
Jam buka: 09.00–21.00 (Senin-Jumat), 08.00–21.00 WIB (sabtu-Minggu).
Harga: Rp10.000 – Rp50.000.
Suasana: Warung kopi modern bersuasana alam.
 
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?