Food Review
Kue-Kue Kecil Bersolek di Sugabites

8 May 2016


Foto: DOK. SUGABITES, TN, HC.

Kalangan muda di Surabaya telah lama mengenal Sugabites sebagai salah satu tempat menikmati kue-kue Barat. Tepat di kediaman orang tua, kedua inisiator Sugabites–Fanda Soesilo dan May Soesilo--membangunnya sebagai kafe di tahun 2014, berbekal bisnis wedding cake sejak tahun 2005. Keduanya sempat berkarier di Amerika, hingga kepergian sang ayah yang membuat mereka tinggal bersama ibunda di Surabaya. Pinky, salah satu cake yang menggunakan guava paste, diciptakan May dari jambu biji hasil petikan dari  halaman rumah ibu. Lapis Surabaya bernama Grandma Spikoek dibuat dari resep sang oma. Sangat buttery dan tidak terlalu manis.

Baru di awal tahun 2015, May melebarkan keberaniannya dengan membuka Sugabites di Senopati Raya, Jakarta. Dorongan Fanda, sang kakak yang namanya lebih kita kenal sebagai CEO tangguh di Indonesia, tak sia-sia. Ia juga menyarankan May yang sebelumnya jauh dari dunia dapur untuk mengantongi ilmu dari California Culinary Academy di San Francisco.

Interior Sugabites Jakarta tidak glamor ala pâtisserie Eropa, melainkan hangat ala dapur rumahan Amerika. “Ini cermin kepribadian sederhana Ibu May dan Ibu Fanda,” kata Marketing Communications and Public Relations Manager, Gabriel Malvin Gunawan.

Pengalaman di Maison Akira, The Westin Bonaventur Hotel & Suites, dan The Ritz-Carlton Half Moon Bay membuat May paham bahwa tamu senang dimanjakan oleh tampilan dessert. “Walau saya sebenarnya lebih suka dengan dekorasi simpel, karena bahanlah yang harus ‘berbicara’,” jelas May. Di sini ia mencoba membalans keduanya.

Tiap whole cake diracik juga dalam porsi satuan agar peminat bisa  dulu. Rasa rosewater dan pistachio pada Najela’s Favorite memperlihatkan kelihaian May dalam memadu padan bahan. Ada pula A Piece of Hanoi, kolaborasi cokelat Belgia dan meiwa kumquat. Cake display berisi ragam cake dengan buttercream berlekuk rapi, éclair, hingga pie.

Menyadari tren mengarah ke gaya hidup sehat, Sugabites tengah dalam proses memperkenalkan cake yang lebih sehat. Tepung beras atau tepung oat tengah menjadi bahan eksperimen May untuk campuran adonan. Teksturnya memang lebih ‘berat’. Ini tantangan karena orang Indonesia senang dengan cake yang empuk. “Sebagai penyedia kue, saya merasa ada tanggung jawab untuk juga membuat produk yang enak, tapi lebih sehat,” tutup May. 
 
Alamat: Jl. Senopati Raya No.25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Telp: (021) 5213008. Jam buka: 07.00–21.00 WIB. Harga*): Rp20.000 – Rp800.000. Suasana: Kafe mungil yang tenang. Cocok untuk menikmati kudapan sambil bekerja.
*)Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Cek sebelum bersantap.


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?