dok.femina
Gaya hidup masa kini mendorong foodie untuk makin bereksplorasi.
Salah satunya adanya gaya menemani makanan dengan wine, khas barat.
Tak hanya untuk momen khusus, obrolan wine kekinian mengajak awam memahami bahwa wine bisa memasuki santapan sehari-hari, tak hanya untuk momen khusus. Tak perlu pula terikat dengan pakem makanan by course jika sudah menemukan jenis yang disuka.
Merek wine Wolf Blass yang giat menggelar edukasi, pernah memperkenalkan cara memilih wine dengan menyandingi kecocokannya bersama cita rasa bumbu masakan. Pakem daging merah-daging putih bukan acuan.
Bersantap dalam gaya nasi campur ala Asia, yakni sepiring komplet dengan lauk, lumrah ditemani dengan satu jenis wine. Pendekatan ini cocok bagi yang sudah menentukan pilihan wine favoritnya sebagai peneman makan setiap saaat.
Dalam sebuah sesi virtual Editors Gathering, Wolf Blass berkirim santapan siang ke kediaman awak media. Perbincangan soal wine di meja makan orang Indonesia bergulir.
Mendampingi wine bersama masakan berempah dinilai cocok oleh Dimas Ramadhan yang juga hadir.
Food influencer yang sedang naik daun di TikTok ini bintang dalam kampanye Wok-Off milik Wolf Blass bulan lalu. Foodie dengan kesukaan memasak daging merah ini menemani Soto Betawi Ribeye Wagyu saat itu bersama Gold Label Shiraz.

Di hadapan femina, tiba sebuah rantang lauk dari Kaum Restaurant tiba, ditemani tiga wine.
Ini yang femina coba:
1/ Tahu Gejrot bersama Gold Label Chardonnay (2016)
Petikan dataran tinggi Adelaide Hills. Rasa wine mengarah ke dry, lalu punya aroma mirip peach. Kemungkinan disukai karena light (tidak heavy-bodied) dan tidak meredam kompleksitas kuah tahu.
2/ Satai Ayam bersama Gold Label Shiraz (2013)
Wine dari Barossa (dekat Adelaide). Rasa anggurnya pekat berkat proses pemeraman dalam oak, namun tidak terlalu acidic dan tannic. Diikuti jejak aroma berries. Diamkan lebih lama di mulut karena akan disusul aroma cokelat (setidaknya ini yang terasa oleh femina).
Mungkin juga cocok dengan masakan unggas lainnya.
3/ Ayam Sit-Sit (Sisit) bersama Gold Label Shiraz (2013)
Shiraz yang sama menemani ayam bersalut bumbu terasi, serai, dan rawit.
Suwiran ayam ini cocok ditemani nasi putih, dan dinikmati perlahan bersama wine berumur muda ini.
Wine yang cukup fruity ini (mengingatkan pada selai blueberry) terasa meredam pedas berlebih pada cabai. Mungkin karena cukup bold dan oaky sehingga bisa mengimbangi masakan berbumbu vokal ini.
Selain itu, femina juga mencoba Oseng Tahu Jamur dan bakwan jagung bersama Gold Label Cabernet Sauvignon. Semua nasi putihnya jenis Menthik Susu dari pertanian organik. Ditutup Roti Bakar Srikaya.
Ternyata, boleh juga wine ini menemani sederatan makanan dengan cita rasa kuat. Dan, ketika lidah perlahan terbiasa, sah-sah saja memilih satu jenis wine yang paling komplementer dan disukai, tanpa harus berganti-ganti wine tiap course sebagaimana tahapan makan barat. (f)
Baca juga:
Mi Samyang Resmi Mengantongi Sertifikat Halal MUI
Resep Kimchi Pancake. Gampang dan Enak
IG Live @feminaMagazine, Jumat 27 November 2020: Crispy Chicken with Samyang Green
Trifitria Nuragustina
Topic
#wolfblass, #jualwinejakarta, #winepairing, #indonesianfood




