Fiction
Cerpen: Rinai di Natuna

10 Nov 2017



Empat tahun yang lalu, kukira hatiku sudah benar-benar terikat pada lelaki yang tak pernah datang lagi ke Natuna. Mungkin aku seperti Lille Havrue, patung putri duyung di atas batu hitam di sebuah pantai di Langelinie, Kopenhagen Utara. Patung paling sendu sedunia itu seolah tak jemu-jemu menunggu kepulangan sesosok pelaut yang dicintainya. Aku pernah mendengar kelakar bahwa saking bosannya warga Denmark hidup sejahtera dan jarang sekali mendapati peristiwa yang menggemparkan, mereka sesekali iseng memotong kepala Lille Havrue.

Bedanya diriku dengan Lille, sudah ada beberapa orang yang mengancam akan memotong kepalaku karena laporan-laporan yang kutulis. Darah mereka mendidih dengan informasi yang berhasil kukumpulkan mengenai berbagai sengkarut masalah di sini.

Aku tak sanggup membayangkan jika kepulauan yang indah ini dilingkari peperangan di laut lepas suatu hari nanti. Cina sudah menyiapkan pasukan marinir terbaiknya. Triliunan kubik gas memang tertanam dalam-dalam di Blok Alpha yang sekarang dikuasai para investor asing. Semua pihak berebut. Dan warga mulai tercerabut dari akarnya.
 


Topic

#fiksifemina, #cerpenfemina

 


MORE ARTICLE
polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?