
Foto: Shutterstock
Baba Liong berbeda sekali dengan guru sebelumnya. Dia jarang menyuruh menghapal, mengerjakan soal-soal sulit matematika ataupun mengadakan tes berkala. Baba Liong gemar sekali menanyai tiap siswa akan kegemarannya, lantas besoknya dia akan membawa benda-benda aneh untuk dibagikan ke tiap siswa.
Dua hari lalu kamu mendapatkan satu set cat air untuk melukis. Tentu saja sangat menggembirakan. Ada lagi siswa yang diberi sempoa, buku-buku tebal yang berisi angkaangka,
dan lainnya. Tidak ada pelajaran terurut dan sama setiap minggunya seperti dahulu, kalian seolah dibebaskan.
Tiap hari Jum’at Baba Liong mengajak murid kelas enam melaksanakan bersih-bersih di halaman belakang sekolah.
Dulunya di sana rumputnya tinggi-tinggi, namun berkat kalian, ilalang dan rumput liar berganti pohon cabai, tomat, kemangi, seledri, dan tanaman umbi-umbian. Saat itulah, saat membersihkan rumput dan merawat tanaman yang mulai berbunga, tanpa sadar kamu dan teman-teman sekelas diajari ilmu biologi secara langsung.
Baba Liong menerangkan apa itu keseimbangan ekosistem, perkembangan makhluk hidup, fotosintesis, dan lain-lain. Kalian diajak langsung merasakan berkebun dan kalian sangat bergembira, menikmatinya. Selain itu, sejak ada Baba Liong, teman-teman di kelas tidak ada lagi yang mengejekmu seperti dulu, mereka menghargaimu seperti teman lainnya.
Baba Liong tidak pernah menjulukimu dengan panggilan menyakitkan, dia selalu tersenyum dan menepuk bahumu dengan kebanggaan, di depan teman-teman sekelas, dia sering mengatakan, “Airin putri hebat, selalu bisa diandalkan dan pantang menyerah.”
A Ling sangat baik, walau sering bolos,tapi dia sangat pintar, sering mengajarimu banyak hal.
Topic
#cerpen, #fiksifemina


