Fashion Trend
Sewindu LAKON Melestarikan Warisan Budaya Indonesia

15 Jun 2026

Upcycle Collection adalah rangkaian perjalanan Lakon selama 8 tahun. Foto: Dok. Lakon Indonesia


Sejak didirikan oleh Thresia Mareta pada tahun 2018, LAKON Indonesia bukan hanya sekadar jenama fashion atau konsep toko beragam jenama dalam satu atap. 

Lakon membangun ekosistem yang menghubungkan desainer, perajin, seniman, hingga komunitas budaya untuk memastikan wastra Nusantara tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Keberlanjutan juga menghidupkan napas Lakon. Dan di perayaan ke-8-nya, Lakon meluncurkan koleksi anniversary berbasis upcycling—mengolah kembali sisa kain dari berbagai koleksi selama delapan tahun terakhir menjadi busana ready-to-wear edisi terbatas. 

Rangkaian koleksi Lakon selama ini ikut dihadirkan kembali selama akhir pekan perayaan di butik Lakon nan luas di lantai satu Mall Kelapa Gading 5, Jakarta Utara. 
 

Napak tilas

Femina dan rekan-rekan media lainnya diajak Thresia Mareta ‘napak tilas’ beberapa koleksi penting yang menjadi tonggak perjalanan Lakon selama delapan tahun terakhir.

Thresia Mareta memandu napak tilas, yang diselingi gimmick menarik untuk pengunjung Lakon akhir pekan itu. Foto: Dok. Lakon Indonesia

The Chapter menjadi koleksi perdana sekaligus fondasi filosofi Lakon, yang menempatkan budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi utama dalam fashion kontemporer. Pembukaan butik pertamanya pada Juni 2018 juga menandai lahirnya resmi Lakon Indonesia sebagai sebuah ekosistem kreatif.

“Ternyata tak semudah itu untuk menjual fashion dengan wastra,” ungkap Thresia. 

Pernyataan Thresia tersebut membuat Lakon terus berkreasi dalam menghadirkan wastra dalam fashion kontemporer. 

Di tengah pandemi tahun 2020 memperkenalkan koleksi Pakaiankoe, hasil kolaborasi dengan desainer senior Irsan. Koleksi ini menjadi titik balik penting karena menandai fokus Lakon pada tekstil tradisional Indonesia, khususnya batik.

Setelah sukses dengan Pakaiankoe, Lakon menghadirkan Aradhana, yang menjelajahi nilai spiritual dan penghormatan terhadap tradisi yang hidup dalam masyarakat Indonesia ke dalam siluet lebih modern. 

Koleksi Gantari menjadi salah satu presentasi paling puitis dari Lakon. Nama “gantari” yang berarti cahaya diterjemahkan ke dalam permainan tekstur, warna, dan detail yang terinspirasi kekayaan budaya Nusantara.

Koleksi ini juga dipresentasikan di Candi Prambanan sebagai latar belakang runway, dengan panggung didekorasi 15 ribu batang bambu.

“Setelah show, bambu-bambu itu kami kembalikan kepada masyarakat sekitar, dengan menjadi bahan untuk membuat kandang dan membangun jembatan,” kata Thresia.

Jika ada satu koleksi paling merepresentasikan perjalanan Lakon hingga saat ini, mungkin jawabannya adalah Lorong Waktu.

Dipresentasikan di JF3 Fashion Festival 2022, koleksi ini merupakan kolaborasi antara Irsan dan maestro batik Pekalongan, Cahyo, mengeksplorasi keindahan flora dan fauna khas batik Pekalongan dalam siluet modern yang dinamis. 

Koleksi Pakaiankoe, Gantari, dan RIK 062324 L. Foto: Dok. Femina

Setelah beberapa musim mengeksplorasi batik, Lakon berani mengambil arah baru melalui RIK 062324 L. Koleksi ini menjadikan tenun lurik sebagai fokus utama. 

Di akhir 2023, Lakon meluncurkan The Tailor Made 01, sebuah koleksi yang memberikan penghormatan kepada para tukang jahit generasi terdahulu. Setiap busana dibuat sepenuhnya handmade, dan diproduksi secara terbatas. Detail konstruksi, pengerjaan yang rumit, serta pendekatan personal menjadi inti koleksi ini. 

Di butik Lakon seluas 1.450 meter persegi itu, Femina juga menyusuri koleksi lainnya yang tak kalah menarik, yaitu Pasar Malam (2024) yang lebih modern eksperimental, dan Urub (2025) dengan teknik bordir lebih intricate.
 

Narasi pengalaman

Napak tilas kami ditutup dengan Upcycle Collection, yang mencerminkan nilai-nilai yang mereka pegang sejak awal—keberlanjutan, kreativitas, dan penghormatan terhadap proses.

Koleksi anniversary ini dibuat dari sisa material berbagai koleksi terdahulu yang diolah kembali menjadi busana baru. Karena setiap item menggunakan komposisi kain yang berbeda, tidak ada dua busana yang benar-benar sama. 

Koleksi Pasar Malam (2024); selain koleksi sendiri, Lakon di MKG 5 juga menghadirkan koleksi 120 jenama lokal UMKM. Foto: Dok. Lakon Indonesia

Outerwear atau shawl koleksi ini tak ubahnya sebuah kompilasi cerita mengenai pengalaman Lakon, dengan potongan kain dari koleksi unggulannya.

“Pengalaman yang ada nggak selalu bahagia, tapi pasti berharga, dan akhirnya menjadi pengalaman baru yang membahagiakan,” kata Thresia, menganalogikan Upcycle Collection dengan perjalanan Lakon.

Melalui Upcycle Collection, Lakon menyajikan narasi perjalanannya selama delapan tahun, yang berpulang pada pelestarian budaya, pemberdayaan perajin, dan keberlanjutan sebagai masa depan fashion Indonesia. (f)

Baca juga:
Pintu Incubator dan Lakon Indonesia Hadirkan Kolaborasi Fashion Lintas Budaya di Premiere Classe Paris
LAKON Indonesia, Hartono Gan dan Ernesto Abram Tampil di Busan Fashion Week 2025
LAKON Indonesia Angkat Kekayaan Warisan Nusantara di Osaka World Expo 2025

 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?