BizNews
Pintu Incubator dan Lakon Indonesia Hadirkan Kolaborasi Fashion Lintas Budaya di Premiere Classe Paris

25 Nov 2025

Peserta Pintu Incubator di Premiere Classe Paris. Foto: Dok. Pintu Incubator


PINTU Incubator mempersembahkan koleksi kapsul hasil kolaborasi di Premiere Classe Paris, salah satu ajang pameran mode paling berpengaruh di dunia.

Kehadiran ini menandai langkah penting dalam memperkenalkan kekayaan wastra Indonesia ke panggung global sekaligus memperkuat dialog lintas budaya antara Indonesia dan Prancis.

Sebuah inisiatif yang digagas oleh Lakon Indonesia, JF3 Fashion Festival, dan Kedutaan Prancis di Indonesia melalui Institut Français d’Indonesie, Pintu Incubator mendukung talenta muda Indonesia agar dapat berkembang dan terhubung dengan pasar internasional.

Sejak awal, Pintu menghadirkan program pendampingan, akses industri, dan eksposur global, sehingga kreativitas Indonesia dapat bersaing secara kontemporer dan profesional.

“Pintu Incubator lahir dari keyakinan bahwa warisan budaya Indonesia tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga diberi ruang untuk bertransformasi dan bersaing di tingkat internasional. Premiere Classe memberi kami kesempatan untuk menunjukkan bahwa karya dari Indonesia memiliki kualitas eksekusi, relevansi pasar, dan daya saing global,” uja Thresia Mareta, Founder Lakon Indonesia dan Co-Initiator Pintu Incubator.

Dalam edisi Paris kali ini, Pintu menampilkan hasil Residency Program, yaitu program yang mempertemukan desainer internasional dengan perajin lokal Indonesia:

Priscille Berthaud, lulusan École Duperré Paris, berkolaborasi dengan penenun di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia menerjemahkan struktur tenun tradisional menjadi siluet elegan dengan sentuhan arsitektural.

Kozue Sullerot, desainer dari Enamoma (École Nationale de Mode et Matière – PSL Paris), bekerja sama dengan pembatik di Tegal, Jawa Tengah. Bersama-sama, mereka menghadirkan motif dan teknik baru yang memberi energi segar pada tradisi batik tradisional.

Kedua kolaborasi ini melahirkan koleksi kapsul yang memadukan kedalaman artistik dengan kesiapan pasar, bukan sekadar prototipe, melainkan lini mode yang siap bertemu pembeli internasional.

Pintu Incubator juga membawa dua jenama lokal terkurasi ke Paris: Denim It Up (mendapat buyer dari Yunani dan India) dan Lil Public (mendapatkan buyer dari Jepang dan Belanda).

Kedua jenama ini telah melalui proses pengembangan intensif selama sekitar tujuh bulan dalam program Pintu, meliputi mentoring, pendampingan bisnis, serta persiapan koleksi agar siap bersaing di pasar global.

Didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Disparekraf Jakarta, kehadiran dua jenama itu di Premiere Classe Paris menegaskan komitmen Pintu untuk mengangkat potensi jenama Indonesia yang menjanjikan ke panggung internasional.

Tahun ini Pintu Incubator kembali menghadirkan para ahli dari berbagai bidang industri mode untuk menjadi mentor bagi para peserta–termasuk Alain Soreil, Direktur di École Duperré Paris, yang baru-baru ini menandatangani MoU dengan Pintu untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan pertukaran desainer.

“Melalui kolaborasi ini, para desainer Indonesia dapat mengakses perspektif internasional, sementara kami di Prancis juga belajar dari kekayaan tradisi tekstil Indonesia. Ini adalah pertukaran yang saling memperkaya,” ungkap Alain Soreil.
 
Thresia Mareta di Premiere Classe Paris. Foto: Dok. Pintu Incubator
 
Pintu Incubator merupakan inisiatif internasional dari Lakon Indonesia. Didirikan oleh Thresia Mareta, Lakon Indonesia bukan sekadar label fashion, melainkan sebuah ekosistem budaya yang mengintegrasikan desain, pemberdayaan perajin, dan kolaborasi global.

Dengan filosofi “Drawing the wisdom of the past into the future,” Lakon menerjemahkan warisan tekstil Indonesia ke dalam koleksi gaya hidup modern sekaligus membangun platform seperti Pintu untuk mendukung generasi desainer berikutnya.

Partisipasi di Premiere Classe menegaskan komitmen untuk mempererat hubungan budaya dan ekonomi antara Indonesia dan Prancis. Dengan menempatkan perajin dan desainer sebagai pusat, setiap kolaborasi tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga keberlanjutan secara komersial. (f)

Baca juga: 
LAKON Indonesia, Hartono Gan dan Ernesto Abram Tampil di Busan Fashion Week 2025
Thresia Mareta Menerima Penghargaan Knight of the Ordre des Arts et des Lettres
LAKON Indonesia Angkat Kekayaan Warisan Nusantara di Osaka World Expo 2025


Topic

#feminaindonesia, #pintuincubator

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?