Fashion Trend
Semangat Kebersamaan di Pasar Kita, Kolaborasi Sejauh Mata Memandang dengan TULUS

25 Jul 2025

Meski masih sebulan lagi, suasana menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 mulai terasa di mana-mana; tak terkecuali di Lantai LG Rama Atrium, Grand Indonesia East Mall, Jakarta.

Di sana digelar Pasar Kita, sebuah pameran yang menghidupkan kembali konsep pasar rakyat, memeriahkan peluncuran kolaborasi Sejauh Mata Memandang dengan musisi TULUS.

Keduanya merilis koleksi baru hasil elaborasi visi artistik masing-masing. Sketsa tangan Tulus serta interpretasi lirik lagu yang membahas manusia, alam dan dinamika kehidupan, dipadukan identitas visual dari Sejauh Mata Memandang, jenama tekstil yang mengusung konsep slow fashion.

Koleksi kolaborasi ini dituangkan ke dalam ragam motif kain bernuansa hitam dan biru tua—dua warna yang merefleksikan karakter artistik Tulus di berbagai kesempatan.

Semesta mempertemukan kembali Chitra Subyakto dan Tulus, yang ‘bersaudara’ lewat kucing mereka. Foto: Dok. Pasar Kita

Setiap motif terinspirasi penggambaran emosi, keseimbangan alam dan kemanusiaan, yang divisualisasikan melalui bentuk geometris kotak positif-negatif dalam susunan menyerupai kain poleng.

Elemen lengkung organik seperti stilasi ombak laut, awan, bulan, dan matahari hadir sebagai simbol sumber kehidupan, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga alam.

Motif-motif ini diaplikasikan di atas kain katun dan Tencel dengan teknik cetak saring tangan yang dikerjakan bersama UMKM di Desa Duri Puri Kauh, Bali, serta teknik batik cap yang dikerjakan oleh mitra artisan batik di Pekalongan, Jawa Tengah.

Koleksi ini mencakup beragam produk; dari pakaian pria, wanita, dan anak-anak, hingga scarf, outer, dan aksesori. Selain itu, dengan membeli satu pakaian, kita turut menanam satu pohon di Kawasan Ekosistem Leuser, Aceh Timur.

Pada pembukaan Pasar Kita, Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang, mengatakan, “Melalui Pasar Kita, kami ingin membuka ruang kolaborasi lintas sektor sekaligus mendukung keberlanjutan pelaku usaha kecil dan artisan lokal agar dapat terus bertumbuh. Karena itu, Pasar Kita juga menjadi wadah kurasi bagi berbagai UMKM dan artisan mitra Studio Sejauh dari berbagai daerah di Indonesia.”

Tulus menambahkan, “Sebagai pribadi yang mencoba mempraktikkan konsep re-wear untuk memperpanjang umur pakai pakaian, kolaborasi ini terasa selaras dan personal. Menghubungkan musik, ragam pakaian, ekspresi berkesadaran antara manusia dan bumi tempat kita tinggal.”

Komitmen terhadap keberlanjutan dan mendukung artisan lokal menjadi inti dari pameran Pasar Kita, yang instalasinya dirancang oleh desainer komunikasi visual Felix Tjahyadi. Seluruh instalasi memakai pendekatan sirkular; 90% bahan yang digunakan merupakan hasil daur ulang (reuse) dan daur naik (upcycle).

Panel kayu modular yang telah digunakan dalam berbagai acara Sejauh Mata Memandang kembali dimanfaatkan, sementara kain perca sisa produksi jenama ini diubah menjadi ornamen dekoratif ala keseruan suasana perayaan Hari Kemerdekaan di pelosok Tanah Air.

Sentuhan khas juga terlihat di area kasir Warung Pop-Up Sejauh, yang dihiasi ubin semen Tegel Kunci bermotif ayam, ikon visual yang telah melekat dengan identitas Sejauh Mata Memandang. Mengiringi koleksi ini, suasana pasar rakyat dihidupkan melalui instalasi tematik seperti gerobakan, warung, dan panjat pinang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan pengalaman pameran yang hangat, inklusif, dan penuh makna, sekaligus mengingatkan para Sahabat Sejauh, Teman Tulus, dan pengunjung Grand Indonesia akan kekayaan inspirasi budaya Indonesia yang begitu beragam, seperti halnya keberagaman bangsa Indonesia yang begitu kaya dan harus selalu kita jaga,” ujar Chitra.

Koleksi Sejauh Mata Memandang x TULUS hanya ada di Warung Sejauh; Adrian Hermansyah, Senior Vice President BCA, bersama Chitra Subyakto dan Tulus. Foto: Dok. Femina, Dok. Pasar Kita

Lebih dari sekadar ruang pameran, Pasar Kita juga menjadi wadah kurasi bagi pelaku UMKM dan artisan lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada 8 UMKM berpartisipasi, yaitu Craft Denim (Pekalongan, Jawa Tengah), Cusia by Shibiru (Temanggung, Jawa Tengah), Gekiori (Yogyakarta), Kait Handmade (Malang, Jawa Timur), Sakombu (Payakumbuh, Sumatra Barat), Tegel Kunci (Yogyakarta), Toja Indonesia (Sleman, D.I.Y), dan Vitarlenology (Yogyakarta).

Mereka memperlihatkan kekayaan karya dan keahlian tangan-tangan kreatif anak bangsa. Setiap karya pun punya narasi tentang semangat gotong royong di daerah masing-masing.

Pameran Pasar Kita akan berlangsung pada 18 Juli hingga 31 Agustus 2025. Selama periode pameran, pengunjung juga bisa menikmati berbagai promo hemat belanja dari BCA.

Koleksi Sejauh Mata Memandang x TULUS bisa didapatkan secara eksklusif hanya di Warung Pop-Up Sejauh Mata Memandang dalam pameran Pasar Kita.

Baca juga:
3 Fakta Dress SukkhaCitta yang dipakai Sheila Dara dalam Film Sore: Istri dari Masa Depan
Lewat Puspa Oh Puspa!, Dere dan Popomangun Merayakan Cinta dengan Puspa Oh Puspa!
Lomma Jadi Ruang Kreatif Baru untuk Berkumpul di Jakarta Selatan

 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?