Fashion Trend
Selebrasi 75 Tahun Max Mara, dari Pameran The Max! hingga Koleksi Resort 2027 Terinspirasi Shanghai yang Energik

25 Jun 2026

Dikenal sebagai salah satu simbol elegansi khas Italia dengan estetika minimalis dan tailoring mumpuni, rumah mode Max Mara didirikan pada tahun 1951 di Reggio Emilia, Italia, oleh Achille Maramotti.

Tahun ini, Max Mara merayakan ulang tahun ke-75, dan mengajak kita melihat bagaimana masa lalu, masa kini, dan masa depan bisa bertemu dalam satu perayaan besar melalui fashion show koleksi Resort 2027, dan pameran bertajuk The Max! di Long Museum, Shanghai.

Para model show Resort 2027 di Long Museum, Shanghai, sehari sebelum pameran The Max! dibuka untuk umum. Foto: Dok. Max Mara

Mengusung tema 75 Years of Future, perayaan ini menyoroti perjalanan Max Mara selama tujuh setengah dekade sebagai jenama yang dibangun di atas keahlian tailoring, inovasi teknologi, dan kemampuan membaca perubahan sosial tanpa kehilangan identitas.

Pameran The Max! menjadi pusat selebrasi, dan dibuka untuk umum pada 17-28 Juni 2026, serta dikurasi oleh kurator fashion ternama Prancis, Olivier Saillard.

The Max! dirancang sebagai representasi dari BAI atau Biblioteca e Archivio d’Impresa, arsip perusahaan Max Mara yang berdiri di Reggio Emilia sejak 2003. Konsep ini menampilkan pakaian, aksesori, kain, sketsa, dokumen, hingga foto-foto arsip yang seolah baru saja dikeluarkan dari peti penyimpanan, menghidupkan kembali kisah di balik setiap koleksi.

Pameran dibagi ke dalam sembilan bab yang mengeksplorasi berbagai aspek perjalanan Max Mara, mulai dari sekolah menjahit keluarga Maramotti, pabrik pertama, evolusi bahasa desain, seni tailoring, hingga eksplorasi warna yang menjadi bagian penting dari identitas rumah mode tersebut. Ilustrasi karya perupa Prancis, Aurore de la Morinerie, yang terkenal dengan gaya sapuan minimalisnya serta banyak terinspirasi kaligrafi Tiongkok, menjadi key visual pameran ini.

Pemilihan lokasi di Shanghai—tepatnya di Long Museum, museum seni pribadi milik pasangan kolektor seni Liu Yiqian dan Wang Mei—juga memiliki alasan tersendiri.

Menurut Maria Giulia Prezioso Maramotti, Global Brand Ambassador Max Mara yang juga cucu Achille Maramotti, Shanghai dipilih untuk menghormati salah satu prinsip penting warisan sang kakek, yaitu keyakinan bahwa perjalanan dan riset merupakan sumber pengetahuan tak tergantikan. Pengetahuan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pakaian yang bisa dipakai perempuan dari berbagai belahan dunia, serta tetap relevan untuk masa depan.

Koleksi terbaru Max Mara, dan tampilan pameran The Max! yang dikurasi Olivier Saillard. Foto: Dok. Max Mara

Daya tarik terbesar dalam perayaan ulang tahun ke-75 ini adalah peluncuran ulang tiga mantel arsip legendaris Max Mara dalam edisi sangat terbatas. Ketiganya diproduksi hanya 200 buah per model, diberi nomor khusus, serta dilengkapi label yang menceritakan sejarah desain dan menampilkan kembali sketsa aslinya.

Pertama adalah mantel model Meridian, yang diperkenalkan pada tahun 1994. Meridian versi baru hadir dengan siluet cape berukuran besar yang dipertahankan sesuai proporsi aslinya karena dianggap masih terasa relevan hingga kini. Warna kulit pada bagian luar dipadukan lapisan dalam merah yang kontras.

Yang kedua adalah Millenia, salah satu mantel paling ikonis dalam sejarah Max Mara. Debut tahun 1998, Millenia berkali-kali digunakan sebagai simbol brand, dan semakin dikenal luas melalui kampanye yang dipotret oleh fotografer legendaris, Richard Avedon. Lapisan dalam berwarna kuning jadi sentuhan terang pada kasmir warna camel, ciri khasnya.

Model ketiga adalah Metric, yang berasal dari tahun 2015. Mantel ini menawarkan interpretasi lebih ringkas atas siluet wrap coat klasik. Warna Cacha—beige dingin yang disempurnakan Max Mara—berpadu elegan dengan lapisan biru.

Tiga mantel arsip legendaris Max Mara yang kini dihadirkan dengan teknik produksi terdepan sehingga lebih ringan: Meridian, Millenia, Metric. Foto: Dok. Max Mara

Meski tetap setia pada bentuk aslinya, ketiga mantel tersebut kini dibuat menggunakan teknik produksi terbaru sehingga terasa jauh lebih ringan. Semuanya menggunakan kasmir murni, sehingga menghasilkan kelembutan dan kualitas sentuhan yang lebih tinggi dibanding versi OG-nya.

Sebelum pameran dibuka, ruang galeri yang sama lebih dulu menjadi lokasi pergelaran fashion show koleksi Resort 2027 pada 16 Juni. Direktur Kreatif Max Mara, Ian Griffiths, mempresentasikan koleksi bertajuk Kinetic Chic, yang terinspirasi oleh energi Shanghai yang dinamis, cepat, dan sangat modern.

Dalam koleksi ini, Griffiths memadukan ciri khas Max Mara berupa tailoring yang fungsional dan elegan dengan sentuhan halus yang mereinterpretasi siluet tradisional Tiongkok secara abstrak. Pengaruh tersebut terlihat pada gaun dengan siluet atau detail ala cheongsam, jaket bertekstur quilted, serta detail penutup asimetris yang memberikan nuansa kontemporer tanpa kehilangan akar budaya Tiongkok. (f)

Baca juga:
Dian Suci Menang 10th Max Mara Art Prize for Women
Dari Pasticcino Bag hingga Artist Trench, Ini Highlight Spring/Summer 2026 Weekend Max Mara
Max Mara Art Prize for Women Tampilkan Kerja Sama Max Mara dan Collezione Maramotti dengan Museum MACAN


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?