Semangat inilah yang terasa kuat dalam kampanye Spring/Summer 2026 terbaru Weekend Max Mara, yang membawa audiens menikmati perjalanan musim panas penuh spontanitas di Mallorca, Spanyol.
Lewat visual bernuansa sinematik, kampanye ini menggambarkan road trip di tengah lanskap Mediterania—mulai dari jalanan pesisir berliku, kota yang hangat diterpa matahari, hingga momen matahari terbenam yang terasa intimate.
Gaya tumpuk ringan dan ekspresif saat liburan bersama Weekend Max Mara (+ tas Pasticcino). Foto: Dok. Weekend Max Mara
Di tengah perjalanan tersebut, perempuan Weekend Max Mara tampil effortless dengan koleksi yang dirancang untuk bergerak bebas mengikuti ritme liburan modern.
Trench coat ringan, kemeja bergaris, dress bermotif, hingga kaftan simpel jadi bagian dari styling yang terasa praktis namun tetap polished.
Palet warna earthy neutral dipadukan sentuhan merah dan nectarine memberi kesan hangat sekaligus playful, menciptakan wardrobe musim panas yang versatile untuk berbagai suasana.
Namun Spring/Summer 2026 bukan hanya tentang fun getaway. Musim ini juga jadi momen penting bagi Weekend Max Mara karena jenama tersebut merayakan 10 tahun kehadiran tas Pasticcino—tas ikonik dengan clasp khas sejak debut pada 2016.
Untuk menandai anniversary tersebut, Weekend Max Mara menghadirkan Re-Edition Capsule, sebuah koleksi spesial yang menghidupkan kembali lima desain arsip favorit dalam interpretasi baru.
Koleksi Spring/Summer 2026 dengan tas Pasticcino dari bouclé mélange. Foto: Dok. Weekend Max Mara
Material seperti shearling, faux croc, hingga bouclé mélange dipilih untuk menghadirkan perpaduan nostalgia dan modernitas, sekaligus memperlihatkan bagaimana tas Pasticcino tetap relevan di tengah perubahan tren fashion yang bergerak cepat.
Weekend Max Mara juga memperluas percakapan dengan dunia seni melalui koleksi kapsul trench coat Canasta—salah satu siluet paling ikonik mereka—yang diubah menjadi medium ekspresi kreatif oleh lima perupa internasional.
Mulai dari visual teatrikal ala Victoria Kosheleva, permainan warna pelangi khas Paola Pivi, penggunaan teknik batik cap oleh Tschabalala Self, eksplorasi provokatif Shafei Xia, hingga trench coat hitam vinyl dengan elemen quirky karya Tai Shani; setiap desain adalah collectible artwork yang bisa dikenakan sehari-hari.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana Weekend Max Mara tidak lagi hanya menjual pakaian, tetapi juga perspektif dan pengalaman visual yang lebih personal. Hal tersebut diperkuat kampanye yang dipotret oleh Petra Collins, fotografer yang dikenal lewat estetika dreamy dan feminin yang membentuk visual culture generasi muda dalam satu dekade terakhir.
Semangat baru ini pun terasa dekat dengan fashion enthusiast di Indonesia lewat re-opening butik Weekend Max Mara di Plaza Indonesia; di lokasi baru namun tetap di Level 2.
Hadir dengan tampilan lebih modern dan elevated, butik tersebut menjadi ruang baru untuk menikmati langsung dunia Weekend Max Mara—mulai dari koleksi ready-to-wear hingga deretan tas Pasticcino desain terbaru.
Re-opening ini sekaligus menegaskan posisi Weekend Max Mara sebagai salah satu luxury brand bagi generasi muda urban yang mencari fashion dengan karakter kuat, craftsmanship bermakna, dan narasi autentik. (f)
Zornia Harisantoso


