Show bertajuk Continuum yang digelar Artkea di Hotel Mulia Senayan Jakarta pada 17 Juli 2025 itu adalah bukti regenerasi Artkea, sejak jenama ini dirintis oleh Tini Sardadi bersama kakak-adiknya di Jakarta 30 tahun silam.
Grand finale yang menampilkan highlight koleksi dari 4 lini Artkea. Foto: Dok. Artkea/Fawzy Padly
Di tahun 2017, Tini Sardadi menciptakan lini Lace by Artkea, yang menjadikan lace bahan utama gaun-gaun cantik serta salah satu pelopor tren lace di Tanah Air.
Kini, agar terus relevan dengan zaman, Artkea hadir dengan empat lini utama, yang masing-masing menghadirkan koleksi terbaru mereka. Anak-anak Tini Sardadi melanjutkan kreativitas dan bisnisnya, tak ubahnya menjalin tali yang terus memanjang hingga ke generasi selanjutnya.
Show Continuum dibuka koleksi terbaru Artkea Bloom. Sesuai namanya, lini ini menyorot motif floral dalam beragam ekspresi, memberikan kesan riang, effortless, sekaligus edgy dan modern. Terselip pula dua set busana pria kasual.
Selanjutnya, Artkea Colours memanjakan pencinta busana polos namun mewah. Lini ini menggunakan bahan serat alami, hingga acetate woven. Pendekatan desain yang elegan, mengedepankan kesederhanaan dan kenyamanan di level quiet luxury dan terlihat beberapa permainan tekstur dan aksen 3D.
Koleksi lini Artkea Stripes menggemaskan karena bisa banget jadi inspirasi gaya. Tata motif garis yang umumnya lurus vertikal dan horizontal ditaklukkan menjadi sudut-sudut geometris. Bentuk ini dicapai dari akurasi cutting yang sangat presisi. Beberapa busana pria terlihat gender-fluid.
Lace by Artkea, koleksi paling luks, menjadi penutup show ini. Berbagai lace dress transparan yang cantik diberi detail bordir rumit, beads, hingga korsase.
Setiap gaun dirancang bukan sekadar sebagai busana, melainkan sebuah perayaan keindahan dan kelembutan bahan lace, dikenakan dengan styling tumpuk, menciptakan dimensi dari transparansi tiap lace. Nuansa lembut seperti pink, olive green, putih dan beige keemasan menyempurnakan koleksi ini.
Koleksi Lace by Artkea; Tini Sardadi dan putranya, Arvi Sardadi, CEO Artkea. Foto: Dok. Artkea/Fawzy Padly
Bisa dibilang seluruh koleksi empat lini ini punya daya pakai tinggi dan bisa dipakai terus-menerus sepanjang tahun.
“Kami berusaha menemukan esensi dari dinamika tersebut, menjadikannya satu koleksi yang relevan, kaya akan youthful twist, dan tetap berasal dari sumber kreatif yang sudah Ibu mulai 30 tahun yang lalu,” ujar Atya Sardadi, Chief Marketing Officer Artkea.
Baca juga:
Sebastian Gunawan Signature dan Konstelasi Gaya Individual
Dery Rizkianto Hadirkan Harmoni Tenun Nusantara dan Couture Eropa
Eksplorasi Wastra Nusantara dalam Saptojo Heritage, Koleksi Terbaru Sapto Djojokartiko
Zornia Harisantoso



