Sadar itulah tahun terakhir kesempatannya mengikuti kontes Miss Indonesia, Fanti tak mau ikut tanpa persiapan apa pun. Karena tak memiliki pengalaman modeling, ia pun sengaja mengikuti kelas modeling sebelum maju sebagai wakil dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah berhasil meraih mahkota Miss Indonesia dan bersiap mengikuti kontes yang lebih besar, ia pun melatih kemampuan memainkan piano klasik di Star Harvest Academy. Tak sia-sia. Kemahirannya memainkan piano sambil menyanyi dipertontonkan saat ajang unjuk bakat, berhasil memukau juri.
Fanti memang serius dan mengaku selalu ngotot dalam mengejar sesuatu. Kini, lulusan tercepat dari Fakultas Ekonomi Trisakti angkatan 2010 ini tengah ambil ancang-ancang untuk melanjutkan program Magister Management Pascasarjana Universitas Indonesia.
Pengagum Barack Obama ini mengaku, salah satu alasannya menyelesaikan pascasarjana di Universitas Indonesia adalah adanya kesempatan untuk melanjutkan kuliah di Universitas Yale, Amerika, jika bisa lulus sebagai lima besar terbaik. Selain itu, ia juga tak ingin melewatkan kesempatan untuk menekuni bidang presenting dan modeling.
“Saya belum memiliki rencana jangka panjang. Saya akan berusaha untuk menjalani dua rencana itu dulu dengan sebaik-baiknya,” ujar wanita yang sebenarnya juga menyimpan angan untuk menjadi pebisnis kuliner ini. Apa pun yang berhasil ia capai nantinya, Fanti tak akan lupa pesan dari sang ayah. “Aim high, but keep humble. Selalu berusaha menjadi yang terbaik, tapi tetaplah rendah hati dan ingat pada orang-orang yang telah mendukungmu,” pungkasnya, tersenyum.
Favorit Maria Harfanti
- Rendang, balado, nasi goreng, sate, dan gudeg.
- Jus jeruk dan jus stroberi. Andalan saat lelah.
- Novel karya Paulo Coelho, Mitch Albom, dan Joel Osteen.
- Pantai Bebilai, Belitung. Tidak sengaja menemukannya saat liburan dengan keluarga. Pantai berpasir putih ini masih sepi dan asri. Suatu hari ingin ke Raja Ampat.



