Celebrity
Maria Harfanti, Beauty at Heart

28 Jan 2016


Tanggal 19 Desember 2015 menjadi hari tak terlupakan bagi Maria Harfanti (23). Masih teringat dalam ingatannya bagaimana jantungnya berdebar saat namanya masuk dalam Top 7 Interview, Top 13 Talent Award, Top 15 Multimedia, Top 10 World Fashion Designer, dan Top 25 People's Choice Award, hingga akhirnya disebut sebagai Runner Up II Miss World 2015. Saat pemotretan sampul femina, dengan nada suara yang renyah dan lincah,  gadis berhidung mancung ini menceritakan pengalaman dan rencana yang ingin ia wujudkan.

Sejak kemenangan itu, kesibukan Fanti, begitu ia biasa disapa,  makin bertambah. Berbagai pemotretan majalah dan talk show di televisi memenuhi jadwalnya, apalagi tugasnya sebagai Miss Indonesia, mengunjungi berbagai acara sosial di daerah-daerah belum selesai hingga mahkotanya diberikan kepada pemenang tahun 2016. Namun, saat femina temui, Fanti sama sekali tidak menampakkan rasa lelah.

“Besok saya akan menengok Desa Kamancing di Pandeglang, Banten, untuk melihat perkembangan proyek sosial yang pernah saya lakukan di sana. Saya tidak mau   proyek itu sekadar berlalu. Saya ingin masyarakat di sana tetap merawat fasilitas yang kami bangun bersama,“ ujar wanita kelahiran 20 Januari 1992 ini, sambil tersenyum, menampakkan deretan giginya yang putih rapi.
 
Berkat kesungguhannya mengerjakan proyek sosial di Desa Kamancing itulah ia berhasil memenangkan kategori Beauty with a Purpose di ajang Miss World lalu. Ini memberinya nilai tinggi dan berandil besar dalam meraih gelar tiga besar. Tak dipungkiri, ini merupakan salah satu kunci kemenangannya. “Proyek ini saya rencanakan dan sendiri. Dananya juga saya dapat dari kantong sendiri dan sumbangan dari berbagai pihak.”

Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Kamancing, ia membangun fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) dan pengadaan air bersih dengan membuat saluran air bersih dari sumber yang terletak beberapa kilometer dari kampung ke area permukiman warga. Tak berhenti di situ, selama lima bulan bolak-balik ke sana Fanti memberikan penyuluhan kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Terlibat dalam proyek sosial   bukan hal baru bagi putri pertama pasangan J.B. Koesnarno dan B.M. Yuniarti ini. Fanti juga pernah menjadi tenaga pendidik bagi anak-anak tidak mampu di Provinsi Guizhou, Tiongkok. Saat itu ia mendaftar sebagai peserta dalam sebuah program pertukaran pelajar internasional pada tahun 2012. Ada kebahagiaan tersendiri yang ia rasakan saat melakukan pekerjaan sosial.

“Sebagai wanita, saya tak ingin hanya dinilai dari kecantikan fisik. Mama selalu mengajarkan saya untuk berbagi apa yang kita punya dan menggunakan potensi yang kita miliki dengan orang di sekitar kita,” ujar wanita bermata bulat ini.

Bersama keluarganya, ia juga kerap mengunjungi panti asuhan di dekat rumahnya, untuk memberi motivasi kepada anak-anak. “Saya ingin mendorong mereka untuk tidak putus asa mengejar cita-cita mereka,” ujarnya. Menurutnya, wanita cantik yang sesungguhnya adalah wanita yang berhati mulia. Itu sebabnya, ia bergabung dan siap  tiap saat jika tenaganya dibutuhkan oleh dua organisasi sosial: Relawan Kampung dan Circle of Friend Yayasan Sayap Ibu. (f) 
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?