Celebrity
Obsesi Sehat Cathy Sharon

3 Mar 2016


Peran sebagai ibu rupanya mengobarkan passion Cathy Sharon (33) untuk menerapkan gaya hidup sehat pada keluarganya. Tak hanya itu, ia juga tergerak untuk mengembangkan bisnis sayur kale dan produk olahan sayur kale agar  makin banyak orang yang merangkul pola makan sehat.

Cathy termasuk salah satu public figure yang sangat peduli pada gaya hidup sehat. Kebiasaannya aktif bergerak bahkan tetap dilakukan ketika ia sedang hamil. “Saya masih rutin yoga saat hamil hingga usia kehamilan 38 minggu. Untungnya kehamilan saya tidak bermasalah, jadi saya masih bisa mengurusi bisnis sayur kale saya,” ungkap Cathy, yang naik bobot badannya 14 kg selama hamil.
           
Meski begitu, Cathy  mengakui bahwa kadang-kadang ia ‘terpleset’ juga dan tergoda oleh makanan-makanan yang dianggapnya sebagai guilty pleasure. “Saya menyerah kalau sudah disuguhi masakan Padang. Dari ayam cabe ijo, dendeng batokok, kerupuk kulit, udang pete, semuanya saya makan tanpa memikirkan kolesterol,” kenangnya, tertawa.

Cathy memang tidak mau pola hidup sehat ini justru menyiksa dirinya sendiri. Terutama karena ia hidup di negara dengan kuliner yang begitu kaya. Biar bagaimanapun, ia tetap ingin menikmati hidup. “Taktiknya adalah dengan mengimbangi dengan makan dan minum sehat keesokan harinya. Misalnya, dengan jus sayuran dan buah,” pungkasnya. Tidak sia-sia, strategi Cathy ini memang menunjukkan hasil yang baik untuknya, terlihat dari kulitnya yang selalu sehat dan bercahaya.
           
Menjalani peran sebagai ibu adalah hal nomor satu yang membuat Cathy lebih bersemangat dalam menjalani gaya hidup sehat. Terutama karena kedua anaknya masih dalam usia perkembangan. “Jika asupan nutrisi mereka baik, kemampuan kognitif dan stamina fisiknya pasti juga baik,” kata Cathy.

Sejak Jacob berusia 2 tahun, Cathy mengganti susu dengan jus kale dan jus beet (ubi bit merah). Sedangkan untuk camilan, ia memberikan putra kesayangannya keripik kale sebagai pengganti kerupuk. Apalagi, Cathy senang bereksperimen di dapur. “Waktu saya pertama buat olahan kale ini tujuannya untuk anak saya, tapi menurut adik-adik saya rasanya enak. Mereka akhirnya yang mendorong serta membantu saya membangun usaha ini,” cetus Cathy.

Cathy bertutur, sayur kale di luar negeri sudah lebih dulu dikenal sebagai salah satu sayuran yang mengandung nutrisi tinggi. Dari sana ia melihat ada prospek bisnis yang menguntungkan, apalagi melihat tren masyarakat urban sekarang yang sudah kembali ke gaya hidup sehat.

Penjualan sayuran mentah kale, serta keripik, vegan cake, dan smoothies berbahan dasar kale ini banyak dilakukan secara online, lewat akun Instagram The Kale Tale. Untuk pasokan bahan mentahnya, Cathy menanamnya sendiri di lahan perkebunan seluas 5 hektare milik mertuanya di Lembang, Jawa Barat.

Wanita murah senyum ini bersyukur bisnis sayur kale dan produk olahannya yang ia tekuni sejak Agustus 2014 ini  makin berkembang. Pasalnya, bukan dirinya saja yang turut menikmati keuntungannya. “Bisnis ini ikut membantu para petani lokal. Harapannya, saya juga bisa turut mengembangkan potensi agrikultural kita ke depannya,” ungkap Cathy, yang sejauh ini telah memberdayakan 20 petani lebih di Lembang.

“Baru-baru ini ada retail yang meminta saya untuk jadi pemasok mereka. Kalau lancar, saya berencana untuk memperluas pasar penjualan kalenya ekspor ke negara tetangga,” tutup Cathy.(f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?