Storyteller yang ikut mengubah pandangan dunia tentang perempuan di musik country. Foto: IG @dollyparton
Dunia musik kehilangan salah satu living legend-nya, Dolly Parton, yang meninggal dunia pada 25 Agustus 2026, di usia 80 tahun. Dolly berpulang setelah berjuang melawan kanker dalam waktu singkat.
Kita mungkin paling mudah mengingat namanya lewat I Will Always Love You, lagu yang ia tulis pada tahun 1973 dan kemudian menjadi fenomena global lewat suara Whitney Houston untuk film The Bodyguard.
Namun, menjadikan Dolly sekadar “perempuan di balik lagu itu” berarti melewatkan separuh—bahkan lebih—dari legasi seorang musisi yang mengubah wajah musik Amerika.
Lahir dari keluarga miskin di kawasan Appalachian, Tennessee, Dolly membawa pengalaman hidupnya ke dalam lagu-lagu yang terasa seperti cerita pendek—tentang kemiskinan, perempuan, keluarga, cinta, kehilangan, ambisi, dan harga diri.
Ia menulis Jolene, Coat of Many Colors, 9 to 5, hingga ribuan lagu lainnya. Kemampuannya sebagai storyteller membuat musik country terdengar personal sekaligus universal.
Dolly Parton main dalam film 9 to 5 (1980) bersama Lily Tomlin dan Jane Fonda, serta menulis theme song-nya. Film ini diadaptasi jadi serial TV dan lakon Broadway. Foto: IPC Films
Yang membuat Dolly revolusioner adalah caranya menolak kontradiksi yang sering diberikan kepada perempuan, yaitu harus memilih antara feminin atau kuat, tradisional atau modern, country atau pop.
Dengan rambut disasak besar, badan ramping tapi seksi, humor yang tajam, dan suara khasnya, Dolly justru menggunakan citranya sebagai bagian dari kekuatan artistik.
Di tengah industri musik yang lama didominasi laki-laki, Dolly bersama musisi country lain seperti Loretta Lynn dan Tammy Wynette ikut mengubah ruang bagi perempuan dalam musik country.
Dolly juga tidak pernah membiarkan label genre menjadi batas. Musiknya bergerak dari country ke pop, bluegrass, gospel, disko, hingga rock.
Ia bahkan masuk Rock & Roll Hall of Fame pada tahun 2022—pengakuan bahwa pengaruhnya telah melampaui Nashville dan musik country. Taylor Swift, Jack White, dan P!nk adalah beberapa di antara musisi yang mengakui pengaruhnya terhadap musikalitas mereka.
Dan lagu I Will Always Love You sendiri sebenarnya adalah contoh sempurna dari kekuatan Dolly sebagai penulis lagu. Ia menulisnya sebagai perpisahan kepada Porter Wagoner, musisi sekaligus mentor yang mengorbitkannya, bukan sebagai lagu patah hati romantis.
Ketika Whitney Houston membawanya ke puncak tangga lagu di tahun 1992, sebuah lagu country pun berubah menjadi salah satu balada pop paling dikenal di dunia.
Menikah selama hampir 60 tahun dan hidup penuh warna sambil berbagi kebahagiaan lewat buku untuk anak-anak. Selamat jalan, Dolly Parton.... Foto: IG @dollyparton
Namun mungkin legasi Dolly yang paling penting adalah bagaimana kesuksesan ia gunakan untuk membuka pintu bagi orang lain.
Melalui Imagination Library, program literasi yang ia dirikan tahun 1995, lebih dari 300 juta buku telah dibagikan gratis kepada anak-anak di berbagai negara. Ia juga mendukung pendidikan, penelitian medis, bantuan bencana, dan berbagai komunitas yang membutuhkan.
Meski dari pernikahannya selama hampir 60 tahun dengan pebisnis Carl Thomas Dean Dolly tidak punya anak, ia selalu ingin menjadi ibu bagi anak-anak di sekelilingnya.
Dolly Parton terlalu cepat pergi sebelum melihat pembukaan Dolly’s Life of Many Colors Museum di Nashville, yang menampilkan pameran terbesar tentang perjalanan hidupnya.
Tapi ia telah membuktikan bahwa masa lalu yang sederhana bukan sesuatu yang harus disembunyikan, bahwa perempuan bisa menjadi penulis lagu sekaligus pebisnis, dan bahwa musik country bisa berbicara kepada dunia.
Dan di antara semuanya, ada satu pesan yang paling terasa menjadi legasinya: Jadilah diri sendiri, lalu gunakan apa yang kamu punya untuk membuat hidup orang lain sedikit lebih baik. Selamat jalan Dolly Parton, we will always love you.... (f)
Baca juga:
Empat Babak Perjalanan Retrospektif Afgan
Konser 25 Tahun Janji Suci, Bukti Yovie & Nuno Tepati Janji
5 Fakta di Balik Babydoll, Lagu Viral dari Dominic Fike
Zornia Harisantoso



