
Foto: Pixabay
KASUS 2: TERKENDALA KEMAMPUAN BAHASA
Saya baru saja pindah ke divisi riset perusahaan multinasional. Dari yang awalnya melamar posisi asisten riset, saya malah ditempatkan untuk posisi manajer. Masalahnya, deadline riset di perusahaan baru ini super ketat. Dalam waktu maksimal dua hari saya harus menyelesaikan sebuah laporan riset komprehensif dalam bahasa Inggris. Meski sudah berusaha sekuat tenaga, nyatanya kecepatan menulis saya masih jauh di bawah rata-rata. Selama masa percobaan enam bulan ini, atasan berinisiatif membantu menerjemahkan laporan yang saya tulis ke dalam bahasa Inggris. Saya berencana untuk menghadap atasan dan mengatakan bahwa saya rela turun posisi, bahkan siap jika kontrak saya tidak diperpanjang. Sebab, tidak mungkin semua pekerjaan di kantor harus menunggu hingga kemampuan bahasa Inggris saya bagus.
SOLUSI:
Bila orang lain, seperti atasan Anda, bisa melihat kekuatan ini, semestinya kita pun harus melihatnya dan membuat kita lebih percaya diri menghadapi tantangan di pekerjaan yang baru. Tuntutan global dan kendala bahasa memang sekarang menjadi tantangan banyak orang di banyak perusahaan. Banyak tenaga ekspatriat seperti orang Jepang atau Korea yang terkendala dengan bahasa Inggris, tapi mereka sadar bahwa kendala ini bisa dilalui. Banyak orang tidak punya keahlian, tapi tetap percaya diri. Sebab, rasa percaya diri inilah yang akan mendorong kita untuk membuat kemajuan.
Dalam situasi kerja baru, tiga bulan pertama memang masa adaptasi dan sekaligus masa penilaian kinerja kita. Lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Fokus pada hal yang menjadi keahlian kita. Tunjukkan betapa Anda berusaha untuk memperbaiki ketrampilan bahasa yang belum prima. Boleh saja Anda menghadap atasan, tapi bukan untuk mengibarkan 'bendera putih'. Jadikan momen ini untuk meminta bantuannya dalam mengevaluasi kemajuan Anda dan meminta feedback dari atasan untuk perbaikan diri.
Topic
#karier


