
Foto: Fotosearch
Sifat moody tidak selalu berarti orang itu pemarah. Mesti dibedakan. Berikut lima fakta tentang mood berikutnya dari Leonita Andraini, S.Psi dari Personal Growth.
6. Beda dengan pemarah
“Nggak ada hubungan antara orang yang mudah marah dengan moody. Marah merupakan sifat (hal yang sudah menetap), sedangkan moody muncul pada saat-saat tertentu saja—tergantung dari situasi yang memengaruhinya,” kata Leonita.
7. PMS = Serotonin Menurun
Masih menurut Leonita, saat menjelang menstruasi (PMS), biasanya terjadi perubahan pada fisik, psikologis, dan emosional—termasuk mood—yang disebabkan perubahan hormonal.
“Ketika seorang cewek sedang PMS, terjadi penurunan kadar estrogen setelah ovulasi, yang memengaruhi turunnya produksi zat serotonin di otak. Padahal, serotonin inilah yang memegang peranan penting pada emosi seseorang.
8. Dipengaruhi makanan
Katanya, nih, mengonsumsi makanan yang baik untuk jantung, kaya serat, dan rendah lemak jenuh sangat efektif untuk merangsang mood menjadi lebih baik.
“Sepotong cokelat juga dapat memperbaiki mood karena dapat merangsang produksi hormone endorphin yang membuat tubuh merasa nyaman dan bahagia. Jangan lupa berolahraga yang cukup untuk mengembalikan mood dan vitalitas tubuh,” ujar Leonita.
9. Musik membuat rileks
Selain mengonsumsi makanan bergizi, terapi musik juga bisa dijadikan alat untuk memperbaiki mood. Soalnya, terapi musik merupakan cara yang mudah dan bermanfaat bagi tubuh, psikis, serta daya ingat sehingga dapat membuat orang lebih rileks dan memperbaiki mood.
10. Bisa dikendalikan
Ya, kita bisa mengendalikan mood melalui pikiran. Saat sedang nggak mood, sebaiknya jernihkan pikiran dan perasaan sebelum melakukan sesuatu. Diperlukan kecerdasan dan kejernihan pikiran untuk menghapus rasa moody. Karena moody dapat menghasilkan rasa kesal dan marah, kita juga harus pintar dan mengendalikan emosi supaya nggak merugikan orang lain.(f)
6. Beda dengan pemarah
“Nggak ada hubungan antara orang yang mudah marah dengan moody. Marah merupakan sifat (hal yang sudah menetap), sedangkan moody muncul pada saat-saat tertentu saja—tergantung dari situasi yang memengaruhinya,” kata Leonita.
7. PMS = Serotonin Menurun
Masih menurut Leonita, saat menjelang menstruasi (PMS), biasanya terjadi perubahan pada fisik, psikologis, dan emosional—termasuk mood—yang disebabkan perubahan hormonal.
“Ketika seorang cewek sedang PMS, terjadi penurunan kadar estrogen setelah ovulasi, yang memengaruhi turunnya produksi zat serotonin di otak. Padahal, serotonin inilah yang memegang peranan penting pada emosi seseorang.
8. Dipengaruhi makanan
Katanya, nih, mengonsumsi makanan yang baik untuk jantung, kaya serat, dan rendah lemak jenuh sangat efektif untuk merangsang mood menjadi lebih baik.
“Sepotong cokelat juga dapat memperbaiki mood karena dapat merangsang produksi hormone endorphin yang membuat tubuh merasa nyaman dan bahagia. Jangan lupa berolahraga yang cukup untuk mengembalikan mood dan vitalitas tubuh,” ujar Leonita.
9. Musik membuat rileks
Selain mengonsumsi makanan bergizi, terapi musik juga bisa dijadikan alat untuk memperbaiki mood. Soalnya, terapi musik merupakan cara yang mudah dan bermanfaat bagi tubuh, psikis, serta daya ingat sehingga dapat membuat orang lebih rileks dan memperbaiki mood.
10. Bisa dikendalikan
Ya, kita bisa mengendalikan mood melalui pikiran. Saat sedang nggak mood, sebaiknya jernihkan pikiran dan perasaan sebelum melakukan sesuatu. Diperlukan kecerdasan dan kejernihan pikiran untuk menghapus rasa moody. Karena moody dapat menghasilkan rasa kesal dan marah, kita juga harus pintar dan mengendalikan emosi supaya nggak merugikan orang lain.(f)
Topic
#faktamood


