
Foto: Pixabay
Cara pengolahan dan kemasan yang tepat akan mampu membuat susu bertahan lebih lama, seperti penggunaan teknologi UHT (Ultra-High Temperature) dankemasan Aseptik Tetra Pak yang memungkinkan susu terlindungi dari zat yang dapat menyebabkan kerusakan susu atau pengurangan nilai nutrisi.
Teknologi UHT yang diperkenalkan pertama kali oleh Tetra Pak dapat mensterilisasi makanan dan minuman melalui pemanasan pada suhu mulai dari 135°C dalam waktu 2–4 detik. Melalui teknologi pemrosesan UHT tersebut, bakteri buruk dalam susu dapat dimatikan tanpa menghilangkan kandungan nutrisi atau gizi di dalam susu UHT. Proses ini juga menjamin pendistribusian susu UHT lebih mudah tanpa memerlukan pendinginan tertentu. Sedangkan kemasan aseptik berfungsi untuk menjaga produk tahan dan aman dari tembusan cahaya, udara, kelembaban, dan bakteri.
Proses ini membuat susu mampu bertahan hingga 10 bulan setelah keluar dari pabrik. “Selama kemasan susu masih dalam keadaan baik dan tidak terkontaminasi oleh udara luar, maka susu layak dikonsumsi,” jelas
Muhthasawwar, General Manager Public Relations PT Ultrajaya Milk Industry Tbk.Proses ini membuat susu mampu bertahan hingga 10 bulan setelah keluar dari pabrik. “Selama kemasan susu masih dalam keadaan baik dan tidak terkontaminasi oleh udara luar, maka susu layak dikonsumsi,” jelas
Namun, ada juga yang harus diingat, susu UHT seperti susu Ultra dalam kemasan kecil sekali minum, harus segera dihabiskan setelah dibuka. Sedangkan susu UHT ukuran 1 liter yang dilengkapi tutup kemasan, setelah dibuka sebaiknya ditutup kembali dan disimpan dalam lemari es dan bisa bertahann hingga lebih dari satu minggu. (f)
Baca Juga:
Ini Alasan Susu Pasteurisasi Lebih Mahal Dari Susu UHT
Resep Red Velvet Ice Cream
Tipe Orang yang Tidak Boleh Ikut Tren Minum Es Kopi Susu
Faunda Liswijayanti
Topic
#susu


