Para pendukung IFA 2026. Foto: Dok. IFA 2026
Digelar pertama kali pada tahun 2024, Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) adalah sebuah platform unggulan yang dibentuk untuk memperkenalkan dan meningkatkan kapasitas produk dan layanan pelaku industri fashion dan kecantikan-estetika secara strategis.
Acara ini juga dirancang untuk memperluas jaringan kolaborasi antar pelaku industri kreatif, khususnya di bidang fashion, modest fashion, dan kecantikan-estetika, sehingga dapat menciptakan peluang bisnis dan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“IFA bukan sekadar wadah pertemuan industri, tetapi telah berkembang menjadi acuan utama dan benchmark bagi pelaku serta penikmat gaya hidup, fashion dan estetika kelas atas yang mengutamakan kualitas, eksklusivitas, dan prestise,” jelas Dian Komalasary, Founder dan CEO IFA.
Tahun ini, IFA akan diselenggarakan pada 10 Februari 2026 di The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place Jakarta dalam tema Sophisticated. Kegiatan fashion show, ekhisibisi dan penganugerahan penghargaan akan mengisi penyelenggaraan IFA 2026.
Dian Komalasary bersama Denny Wirawan, yang akan hadirkan koleksi terbaru di IFA 2026. Foto: Dok. IFA 2026
Koleksi Ramadan dan Hari Raya inspiratif segera hadir di runway IFA 2026, antara lain dari Itang Yunasz x Torenda, Lia Afif, Widhi Budimulia, Okky Walla x Albenayubandal, Lina Sukijo, Vivi Zubedi, Lia Soraya, Rizman Ruzaini, Mazulabel, Ayu Dyah Andari, Denny Wirawan, Eridani, Masya, Arabelle, KursienKarzai, dan Buttonscarves.
Di acara Road to Indonesia Fashion Aesthetics 2026 bulan Januari silam, beberapa desainer sempat berbagi cerita kepada Femina tentang partisipasi mereka di IFA 2026.
“Koleksi saya di IFA nanti adalah koleksi untuk Ramadan dan Hari Raya, yang antara lain akan bernuansa pastel dihiasi material Chantilly Lace,” ujar Marini Zumarnis, Pendiri Mazulabel.
Lain lagi dengan jenama fashion Masya dari Bandung. “Kali ini kami banyak menawarkan one-set, namun tersedia custom juga sesuai keinginan pelanggan,” jelas Nia Silvianita, Pendiri Masya.
Selain one-set atau setelan lengkap dari kerudung hingga gamis atau atasan-bawahan, fam-set atau family set (gaya sarimbit) tampaknya bakal banyak diminati untuk inspirasi gaya Ramadan dan Hari Raya tahun ini.
Buktinya, jenama fashion Arabelle dari Kudus menyebut kalau koleksi fam-set-nya laris sejak Oktober. “Karena itu untuk IFA kami menawarkan koleksi Signature, yang lebih eksklusif,” kata Syifa Fatimah, Pendiri Arabelle.
Koleksi Signature juga akan jadi debut Lina Sukijo di IFA. Desainer modest fashion dari Batam ini bakal menghadirkan koleksi Ramadan dan Hari Raya dalam detail lebih intricate, menonjolkan craftsmanship dalam busana untuk acara istimewa. “Saya juga akan mengundang sekitar 40 reseller,” kata Lina Sukijo.
Reseller, seperti di jenama fashion lain khususnya modest fashion, adalah kekuatan Lina Sukijo dalam membesarkan bisnisnya, hingga ia kini bisa mempekerjakan 500 karyawan, dan punya pabrik di Indonesia dan Tiongkok.
Sebagian partisipan IFA 2026, yaitu Syifa Fatimah (Arabelle), Lina Sukijo, Marini Zumarnis (Mazulabel), Nia Silvianita (Masya). Foto: Dok. IFA 2026
Koleksi Mazulabel, Lina Sukijo, Masya, Arabelle, begitu juga koleksi desainer serta jenama fashion pendukung IFA juga tersedia selama IFA 2026. Dengan antusiasme belanja menjelang bulan Ramadan sangat tinggi, IFA 2026 menghadirkan ekshibisi untuk memberikan pengalaman belanja produk fashion dan kecantikan yang lengkap bagi para pengunjung.
Gelaran IFA ikut memberikan apresiasi atas kinerja pelaku usaha bidang fashion dan kecantikan-estetika sebagai penggerak ekonomi nasional. IFA Awards 2026 akan dianugerahkan kepada para desainer, pelaku usaha, dan profesional di bidang fashion, kecantikan, dan kesehatan yang berprestasi. (f)
Baca juga:
Indonesia Fashion Aesthetics 2025: Inspirasi dalam Kolaborasi
Indonesia Fashion Aesthetics 2024: Kolaborasi, Apresiasi, Refleksi
The Kaleidoscope dari Si.Se.Sa, Koleksi Busana Syar'i untuk Lintas Generasi
Zornia Harisantoso



