BizNews
Sukses Rayakan Inovasi dan Warisan Budaya di Panggung Karya Nusantara 2024

7 Dec 2024

Selama 9 hari, kita puas menikmati batik-batik cantik baik batik konvensional maupun batik kontemporer. Foto: Dok. Sarinah Indonesia

Panggung Karya Nusantara (PKN) 2024, acara tahunan unggulan Sarinah, yang digelar pada 26 November-4 Desember 2024, resmi ditutup dengan pencapaian membanggakan. Selama sembilan hari penyelenggaraannya, ratusan ribu pengunjung menikmati rangkaian program yang tidak hanya memamerkan keindahan batik tetapi juga menginspirasi dan memberikan edukasi kepada berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Mengusung tema Batik Dahulu, Kini, dan Masa Depan, PKN 2024 menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pameran koleksi maestro batik, workshop, trunk show, tutorial berkain, hingga diskusi budaya. Setiap program dirancang untuk menjembatani nilai-nilai tradisional dengan inovasi modern, memastikan warisan budaya Indonesia tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

"Kami sangat bangga melihat peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Program-program yang dirancang untuk menarik minat berbagai kalangan, termasuk generasi muda, menjadi kunci keberhasilan PKN 2024. Acara ini membuktikan bahwa batik tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga sumber inovasi yang dapat terus berkembang," ungkap Fetty Kwartati, Direktur Utama PT Sarinah.

Salah satu sorotan utama PKN 2024 adalah partisipasi aktif generasi muda. Kolaborasi dengan universitas menjadi langkah baru yang memperkaya acara tahun ini. Melalui trunk show dan Kreasi Karya Nusantara, mahasiswa fashion design Binus University dan Universitas Persada Indonesia Y.A.I mempersembahkan koleksi kreatif mereka, menjadikan PKN sebagai panggung untuk menampilkan ide segar dan inovasi.

Selain itu, edukasi tentang batik mendapatkan perhatian besar.Workshop membatik dan diskusi budaya diramaikan mahasiswa dan komunitas yang antusias mendalami filosofi, sejarah, dan proses kreatif di balik pembuatan batik. Keterlibatan aktif ini menunjukkan bahwa pendekatan yang relevan dapat menumbuhkan apresiasi lebih mendalam terhadap budaya tradisional.

Batik Metaflora, salah satu perajin muda batik yang menonjol, menghadirkan pendekatan inovatif melalui pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam merancang motif batik. Sebagai karya anak muda, Batik Metaflora berhasil memadukan teknologi modern dengan nilai budaya tradisional.

Selain inovasi generasi muda, pengunjung juga dimanjakan dengan koleksi istimewa dari maestro batik, seperti Batik Apip, Batik Dudung, Batik Sapuan, Batik Warisan, Hartono Sumarsono, dan Zahir Widadi. Koleksi ini tidak hanya memamerkan keindahan seni, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya sebagai identitas bangsa.

Talk show Akademi Femina bersama desainer dan penggiat batik Dhany Rose, dipandu Zornia Harisantoso, CBO Femina. Foto: Dok. Femina

Akademi Femina juga berpartisipasi di PKN 2024 dengan menggelar talk show bertajuk Tren Wastra 2025: Peluang Raih Untung di Pasar Retail, bersama Dhany Rose, desainer anggota Indonesian Fashion Chamber Jakarta, yang juga mendesain batik kontemporer. Batik Melayu diolahnya lewat jenama Kampung Batik Brandan, dan batik Bogor mulai dikembangkannya tahun ini lewat jenama Batik Kujang Kencana.

Keberhasilan PKN 2024 mendorong Sarinah untuk menghadirkan Panggung Karya Nusantara 2025 dengan skala lebih besar dan konsep lebih segar. Kolaborasi lintas generasi akan diperluas untuk memberikan ruang lebih besar bagi pelaku seni dan kreativitas baru. Kita tunggu saja PKN 2025 dan gebrakannya dalam memperkuat apresiasi terhadap batik dan kriya Tanah Air. (f)

Baca juga:
Panggung Karya Nusantara 2024 di Sarinah Menampilkan Kekayaan Warisan Budaya Indonesia
Bikin Seru Hari Jamu, Nikmati Jamu di 4 Tempat Favorit
Menikmati Keindahan Kota dari Ketinggian Pan Pacific Jakarta

 


Topic

#feminaindonesia, #feminapartnership, #wanwirfemina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?