BizNews
Cloud Kitchen, Solusi UMKM Kuliner Hadapi Tantangan Bisnis di Tengah Pandemi

15 Jun 2020


Foto: Dok. GrabKitchen


Bagi pelaku kuliner kehadiran cloud kitchen mampu menjangkau konsumen yang lebih besar dan kini lebih senang memesan makanan via online. Clarissa Suwijono pemilik restoran Mie Kedondong di Surabaya yang berdiri sejak tahun 1977 ini menjadi satu dari ratusan UMKM yang memanfaatkan teknologi GrabKitchen. 

Mie Kedondong warisan keluarga Clarissa dikenal memiliki cita rasa yang gurih, lezat dengan kerupuk pangsitnya yang menggugah selera. Di tengah pandemi, Clarissa masih menjalankan bisnisnya dengan mengutamakan pesanan online agar terus bisa melayani kebutuhan pelanggan dan memberikan pemasukan bagi karyawannya.

“Jauh sebelum pandemi saya juga sudah melihat adanya perubahan perilaku masyarakat dalam menikmati santapan yang bergeser ke online. Terutama pada situasi seperti saat ini dimana semua orang harus berada di rumah, pemesanan secara online pun menjadi jalan keluar dari tantangan yang dihadapi. GrabKitchen telah menjadi jembatan dan enabler bagi pengusaha-pengusaha seperti kami sehingga dapat terus melayani pelanggan dan menghidupi karyawan,” ungkapnya.

Tidak hanya Mie Kedondong yang terus berjalan dan beradaptasi dengan kondisi, contoh lainnya adalah restoran yang terletak di Bandung, Martabak Mertua yang dikelola oleh Alan Okadanan. Ia mengaku bahwa memang pendapatannya sedikit menurun selama pandemi ini, akan tetapi ia juga merasa sangat terbantu dengan GrabKitchen. 

“Saat ini banyak sekali masyarakat yang mungkin merasa ragu untuk membeli makanan di luar. Di Martabak Mertua, kami sangat memperhatikan aspek kebersihan makanan, begitu pula cabang kami di GrabKitchen. Sejak awal bergabung, kami diwajibkan untuk  selalu menerapkan standar keamanan dan kebersihan makanan yang tinggi. Berkat hal ini, otomatis para pelanggan saya juga percaya bahwa makanan yang akan sampai ke mereka selain bersih, juga terjaga kualitasnya sehingga aman dikonsumsi,” kata Alan. 

Di Bali, salah satu mitra merchant GrabKitchen lainnya David Gunawan, juga sangat merasa bersyukur masih bisa berjualan di tengah pandemi seperti ini. Serupa dengan bisnis lainnya, Ayam Geprek Bu Deasy milik David juga terkena imbas dari pandemi COVID-19 ini. David mengaku dia tidak mengurangi karyawan di restorannya akan tetapi dia melihat adanya penurunan dari sisi penjualan dan daya beli pelanggan. 

“Kami terus berinovasi untuk bisa bertahan seperti memfokuskan bisnis kami di GrabKitchen dan juga membuat beberapa menu baru seperti paket hemat agar terjangkau oleh masyarakat. Dengan jangkauan yang luas dan standar kebersihan yang sangat tinggi, kami yakin kami bisa terus berjuang dan bertahan di masa yang sulit ini,” jelas David.

Pegiat UMKM lainnya, Rudi Ardiansyah pengelola dari restoran Nona Judes juga bercerita bahwa terus berinovasi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah bisnis. “Terlepas dari keadaan apa pun, tantangan akan selalu ada. Karena itu kami juga harus terus berinovasi dalam memenuhi permintaan pelanggan,” jelas Rudi. (f)



Baca Juga: 
Nike Kurnia Percayakan Pemasaran Nasi Bagoes Lewat Media Sosial
Maksimalkan Penjualan Online Selama Masa COVID19 untuk Lancarkan Bisnis
5 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Pebisnis Kuliner Pemula
 


Faunda Liswijayanti


Topic

#cloudkitchen, #bisniskuliner, #bisnis, #umkm, #kuliner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?