BizNews
Charity Dinner Dengan 8 Teknik Grill Indonesia. Esok Malam dari Chef Ragil!

17 Aug 2018

Ragil Wibowo, chef yang belakangan memegang sejumlah titel chef terbaik di berbagai ajang, lagi-lagi membawa berita baru di restoran NUSA Indonesian Gastronomy miliknya.
 
Untuk malam ini dan besok malam, ia dan tim akan menyajikan hidangan yang mengangkat teknik bakar (grill) gaya pedalaman. Effort istimewa yang dilakukannya untuk Kemerdekaan RI ke-73 ini hadir dalam bentuk charity dinner yang didedikasikan untuk kalangan veteran pejuang perang.
 
Femina mencoba serangkaian makanan berteknik tradisional ini beberapa hari lalu, di peluncuran CHARITY DINNER untuk Yayasan SAHABAT VETERAN Indonesia, ditemani Ragil dan dua konseptor lainnya, Meilati Batubara dan Tinus Hariadi
 
Mau tahu apa saja teknik yang digunakan Ragil dan tim? Baca ini:
 
BAKAR BAMBU
Umumnya budaya Indonesia timur seperti di Jailolo, Halmahera atau di Manggarai, Flores. Makanan yang dimasak biasanya adalah nasi. Di Jailolo, juga terdapat resep kuno dimana ikan dimasak dengan sirsak muda di dalam bambu. Masyarakat Kalimantan Selatan juga punya kebiasaan membakar ikan patin di dalam bambu.
 
BAKAR ASAP
Sebelum lemari pendingin ada, salah satu teknik mengawetkan daya simpan makanan adalah melalui teknik pengasapan, dan seringkali diaplikasikan pada hasil laut. Semisalnya ikan kayu dan ikan roa asap Ternate dan Sulawesi. Sementara itu di Payakumbuh, masyarakatnya banyak menangkap belut sawah dan juga mengasapnya. 
 
BAKAR BUNGKUS DAUN
Selain menggunakan daun pisang, rupanya juga digunakan tdaun lengkuas dan daun kunyit, dengan hasil aroma yang saling berbeda. Contohnya  nasi bakar dari Jawa Barat, ikan bakar khas Manado, serta ikan kembung daun kunyit. Di daerah Palembang juga dikenal Lenggang Panggang. 
 
BAKAR SEKAM / BETUTU
Memanggang di dalam bara sekam merupakan khas dari budaya masyarakat Bali. Setelah isi perutnya dikeluarkan dan dimasukan bumbu rempah-rempah, ayam atau bebek kemudian dibungkus daun pisang khususnya bagian pangkal. Lalu dimasukkan ke dalam lubang di tanah dan dikubur dengan menggunakan sekam (kulit padi) yang dibakar selama 12 jam. Proses ini menghasilkan ayam yang lembut serta menyerap bumbu dengan baik.
 
BAKAR BATOK KELAPA
Sebagai negara kepulauan yang berlimpah pohon kelapa, batok kelapa merupakan pilihan utama dalam proses bakar. Bakar batok kelapa umumnya dilakukan masyarakat pesisir. Menu yang biasanya dimasak dalah hidangan laut seperti ikan, udang, cumi dan kerang.
 
BAKAR FORNO HALMAHERA & MALUKU
Sama seperti masak batu Papua, proses yang berlangsung adalah menggunakan transfer panas atau (heat transfer). Forno merupakan cetakan tanah liat yang umumnya digunakan untuk mencetak sagu papan. Sagu papan adalah roti sagu peneman sup.
 
BAKAR SATE / TUSUK
Indonesia memiliki jenis satai paling beragam di dunia. Dari mulai satai Padang, satai Madura, satai lilit ikan Bali, satai daging rembiga Lombok, sateai Maranggi, satai klopo Surabaya dan satai tulang Banjarmasin. Kesamaannya adalah  proses bakar menggunakan arang batok kelapa.

BAKAR BATU PAPUA
Tradisi masyarakat Papua khususnya daerah pedalaman seperti di Lembah Baliem, Nabire dan Jayawijaya. Yang menarik, bahwa makanan tidak langsung dimasak di atas bara melainkan menggunakan transfer panas dari batu. Batu yang telah dibakar dan menjadi bara ditumpuk di bagian bawah serta atas makanan. Makanan dilapisi daun pisang sebagai alas dan tutup bagian atas terlebih dahulu. Khas untuk syukuran. 

Tartarik? Segera bawa teman makan istimewa Anda ke restoran di bilangan Kemang Raya ini. Charity dinner berlangsung 17-18 Agustus 2018. Masih ada malam esok! Segera reservasi melalui 021 7193954 (NUSA Indonesian Gastronomy). (f)
 
Foto: Dok. NUSA Indonesian Gastronomy 
 

Trifitria Nuragustina


Topic

#ragilwibowo, #r173tahun

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?