Food Trend
Indonesia Bawa Tempe Hingga Madu di Terra Madre Asia Pacific 2025 di Filipina

14 Dec 2025

Perhelatan Terra Madre Asia Pacific (TMAP 2025) berlangsung dari 19 hingga 23 November 2025 di Kota Bacolod, wilayah Negros Occidental, Filipina.

Bacolod terletak di Pulau Negros, salah satu dari tiga wilayah kepulauan utama Filipina selain Visayas, Mindanao, dan Luzon. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 7.000 pulau, Filipina menyimpan keunikan dan kekayaan keragaman pangan yang sangat beragam.

TMAP 2025 berfokus pada keberagaman sumber pangan seperti padi, millet (sejenis serealia), umbi-umbian, dan kacang-kacangan yang menjadi tulang punggung pangan di kawasan Asia Pasifik.

Fokus ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan menarik seperti Slow Drink, demo, workshop, diskusi, hingga acara icip-icip seru, digerakkan oleh penyelenggara, Slow Food, sebuah grassroot movement yang telah menyebar ke 160 negara sejak didirikan di Italia pada tahun 1986.

Amalilah dari Slow Food Yogya berpartisipasi dalam advokasi pelestarian kekayaan budaya lokal IndonesiaAmalilah dari Slow Food Yogya ikut advokasi kekayaan budaya. Foto: Dok. SLJ

Delegasi Indonesia hadir dengan lebih dari 30 orang, didukung KBRI Filipina, menjadi bagian dari 2.500 peserta yang berasal dari 25 negara. Mereka memamerkan kebesaran dan keberlanjutan gastronomi dari berbagai pelosok Nusantara.

Di sini, perwakilan petani, nelayan, perajin makanan-minuman, dan chef bersatu dalam pesta akbar Terra Madre, yang untuk pertama kalinya diadakan di Benua Asia pada 2025, dengan prinsip Good, Clean, and Fair.

1/ Good berarti makanan bergizi tinggi dengan bahan baku segar untuk mendapatkan cita rasa asli (fresh, real food).

2/ Clean berarti proses produksi yang bersih, aman, dan ramah bagi manusia serta bumi.

3/ Fair berarti adanya keadilan bagi produsen, sehingga mereka dapat hidup layak.

Momentum ini ​menjadi jumpa anggota komunitasnya, merangkul publik dengan menumbuhkan kesadaran akan budaya dan keragaman pangan lokal. Dengan pendekatan yang membumi, Slow Food mendorong manusia untuk berinteraksi dengan alam secara harmonis demi menjaga keseimbangan kehidupan. (f)

Penulis: Amaliah, Slow Food Yogyakarta

Baca juga:
Unik Banget, Restoran ini Bikin Dekorasi Natal Gaya Indonesia
Markette x Pipiltin Cocoa Bikin Manis Akhir Tahun dengan Dessert dari Cokelat Lokal
Buku RM Surya Tak Pernah Tenggelam, Nostalgia Level 100!


Trifitria Nuragustina


Topic

#slowfoodfestival2026, #feminaFood, #kuliner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?