Maudy Ayunda bersama anak-anak terdampak banjir di Aceh Tamiang yang tetap semangat belajar. Foto: Dok. Save the Children Indonesia x Maudy Ayunda Foundation
Banjir besar di wilayah Sumatra yang berdampak pada Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat pada akhir November 2025 (dengan banjir susulan Januari 2026) memang telah berlalu.
Namun proses pemulihan anak-anak terdampak banjir masih terus berlangsung, termasuk dalam akses pendidikan. Keterbatasan ruang belajar dan terganggunya rutinitas membuat kebutuhan akan lingkungan belajar yang aman dan suportif tetap menjadi hal penting pascabencana.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI per Februari 2026 mencatat bahwa sebanyak 4.922 satuan pendidikan di wilayah Sumatra terdampak bencana, termasuk 3.120 sekolah di Aceh. Hal ini ternyata yang memengaruhi lebih dari 707.161 murid dan 59.620 guru.
Di Aceh, dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur sekolah, tetapi juga mengganggu proses pembelajaran dan ketersediaan sarana belajar, sehingga banyak siswa masih harus belajar dengan fasilitas terbatas.
Berangkat dari kondisi tersebut, Maudy Ayunda Foundation bersama Save the Children Indonesia berkolaborasi untuk mendukung akses pendidikan anak-anak terdampak banjir di Aceh Tamiang melalui pembangunan Temporary Learning Space (TLS) atau Ruang Belajar Sementara serta dukungan literasi, sebagai upaya membantu anak-anak kembali menjalani proses belajar secara bertahap pascabencana.
Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Maudy Ayunda Foundation yang sejak 2018 secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif pendidikan dan pengembangan generasi muda Indonesia, termasuk salah satunya melalui pilar Education Infrastructure yang berfokus pada dukungan fasilitas belajar di wilayah yang membutuhkan.
Mengutip rilis pers, Maudy Ayunda, Pendiri Maudy Ayunda Foundation, mengungkapkan, “Di Aceh Tamiang, saya melihat langsung bagaimana bencana bisa merusak ruang kelas, tetapi tidak mematahkan semangat anak-anak untuk tetap datang ke sekolah dan belajar. Itu yang paling membekas bagi saya.”
Maudy ikut berbagi cerita di kelas dari TLS yang diselenggarakan Save the Children Indonesia dan Maudy Ayunda Foundation. Foto: Dok. StCI x MAFMaudy juga menambahkan, akses dan ruang yang memungkinkan bagi mereka untuk terus melanjutkan pendidikan tidak ada, padahal anak-anak tetap semangat belajar.
“Kami percaya bahwa setiap anak tetap berhak atas pendidikan yang layak, bahkan di tengah situasi yang paling sulit sekalipun. Karena itu, dukungan pendidikan pascabencana menjadi sangat penting,” kata Maudy.
Kebutuhan akan ruang belajar yang aman dan suportif ini juga tercermin dalam hasil Education Rapid Assessment yang dilakukan Save the Children Indonesia di Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
Hasil assessment tersebut menunjukkan, meski 90% sekolah telah kembali memulai pembelajaran, tingkat kehadiran siswa, terutama di tingkat PAUD/TK, masih rendah akibat kendala akses, transportasi, dan kekhawatiran terhadap keamanan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan mulainya lagi aktivitas belajar, tetapi juga memastikan anak-anak memiliki ruang belajar yang aman dan suportif sehingga mereka bisa menjalani rutinitas mereka.
Anak-anak bisa kembali belajar di Ruang Belajar Sementara. Foto: Dok. StCI x MAF
“Di tengah kehilangan dan perubahan besar yang mereka alami setelah bencana, Ruang Belajar Sementara menjadi tempat bagi anak-anak untuk kembali merasa aman, bertemu teman-temannya, didampingi guru, dan perlahan membangun kembali harapan mereka,” ujar Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia, dalam rilis pers.
Melalui kolaborasi ini, Maudy Ayunda Foundation dan Save the Children Indonesia berharap dukungan terhadap pendidikan pascabencana dapat terus menjadi perhatian bersama.
Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, kehadiran ruang belajar yang aman dan suportif diharapkan dapat membantu anak-anak kembali belajar, bertumbuh, dan memiliki harapan terhadap masa depan mereka. (f)
Baca juga:
Jadi Brand Ambassador Love, Bonito Indonesia, Maudy Ayunda Tampilkan Unfiltered Moments Perempuan Berdaya
Satu dari Tiga Anak Indonesia Alami Kekerasan, UNIQLO Ajak Beraksi Sekarang
Andien Menebar Kebaikan Lewat Andien Aisyah Foundation


