Koleksi baju anak di Uniqlo. Foto: Dok. UNIQLO
Di tengah perayaan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2025, kita diingatkan kembali akan pentingnya memastikan hak-hak anak terpenuhi, terutama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas kekerasan.
Hal ini menjadi penting dilakukan mengingat data kekerasan pada anak di Indonesia yang cenderung masih memprihatinkan.
Fadli Usman, Director of Humanitarian and Impact Innovation Save the Children menyebutkan, 1 dari 3 anak Indonesia mengalami kekerasan baik itu secara verbal ataupun fisik.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat total ada 28.831 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia sepanjang tahun 2024 (Januari hingga Desember).
Kasus kekerasan anak di dalam rumah tangga masih mendominasi, yaitu sekitar 53% dari total kasus di tahun 2024 (7.644 kasus). Jenis kekerasan yang paling banyak dilaporkan adalah kekerasan seksual, disusul kekerasan psikis, fisik, dan penelantaran.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2024 mencatat 2.057 kasus perlindungan anak yang didominasi isu pengasuhan. KPAI juga menyoroti kasus kekerasan pada satuan pendidikan, dengan 35% dari 114 kasus kekerasan terjadi di lingkungan sekolah, dan 48% dari 46 kasus anak mengakhiri hidup terjadi di satuan pendidikan atau saat anak masih mengenakan seragam sekolah (Pusdatin KPAI, 2024).
Kolaborasi Uniqlo dan Save The Children akan berlanjut ke kota Bandung, setelah sukses di Sleman, Yogyakarta. Foto: Dok. Uniqlo
Terkait kekerasan pada anak yang terjadi di lingkungan sekolah, Save the Children Indonesia menemukan fakta bahwa toilet atau tempat sanitasi menjadi lokasi paling sering terjadinya kekerasan pada anak, karena kerap menjadi tempat yang terabaikan dan sepi. Karena itu, menghadirkan sarana sanitasi yang baik di lingkungan sekolah sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan pada anak.
Sejalan dengan semangat menghadirkan lingkungan yang aman untuk anak, perusahaan retail pakaian global asal Jepang, UNIQLO, melalui inisiatif global program T-shirt amal Peace for All mendukung program perlindungan anak dan pembangunan komunitas yang berkelanjutan.
Menurut Irma Yunita, Corporate Affairs Director PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo), 20% dari keuntungan dari penjualan T-shirt Peace for All di Indonesia didonasikan kepada Save the Children Indonesia, untuk mendukung program perlindungan anak dan pembangunan komunitas yang lebih inklusif, khususnya melalui edukasi anti-kekerasan dan peningkatan akses sanitasi di sekolah dan sekitarnya.
Sejak diluncurkan pada Juni 2022 hingga Juni 2024, program Peace for All telah mengumpulkan total donasi sebesar Rp4,9 miliar dari penjualan T-shirt. Pada tahun 2024, inisiatif ini berhasil diimplementasikan di Sleman, Yogyakarta, menjangkau lebih dari 2.300 anak dan 3.400 orang dewasa melalui kampanye anti-perundungan serta peningkatan akses sanitasi (WASH) di 6 sekolah.
Melihat keberhasilan ini, pada tahun 2025-2026, program ini akan diperluas ke 10 sekolah di Bandung, Jawa Barat, dengan harapan dapat menjangkau lebih dari 3.600 anak dan remaja berusia 10 hingga 19 tahun di kedua wilayah tersebut.
“Kami percaya Peace for All lebih dari sekadar T-shirt, namun menjadi medium yang membawa pesan perdamaian dan menjadi sebuah pernyataan dari nilai-nilai. Lewat kolaborasi bersama Save The Children, kami terus berkomitmen untuk membangun dunia yang lebih damai dengan memenuhi hak-hak anak khususnya di Indonesia,” kata Irma.
Menurut Fadli, program Peace for All di Indonesia telah memperlihatkan dampak positif, mulai dari meningkatnya kesadaran dan pengetahuan tentang anti-kekerasan serta pentingnya dibangun suasana damai di kalangan siswa, guru, dan orang tua, peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi bagi sekolah dan komunitas, serta pembentukan gugus tugas dan komite lokal untuk menjaga keberlanjutan hasil program.
Dan yang tak kalah penting, ditambahkan Fadli, adalah membentuk sosok-sosok anak muda yang bisa menjadi agent of change, mendorong inisiatif dan advokasi yang dipimpin oleh anak.
Pameran dokumentasi perjalanan inspiratif Peace for All di Dia.Lo.Gue Kemang, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Uniqlo
Bandung menjadi target berikutnya didasarkan pada tingginya angka kekerasan terhadap anak, serta dinilai dapat menjadi percontohan untuk diduplikasi ke wilayah lainnya.
Data kasus kekerasan pada anak saat ini merupakan puncak gunung es, mengingat banyak kasus kekerasan yang tidak dilaporkan karena berbagai alasan, termasuk stigma sosial dan kurangnya kesadaran. Padahal, kekerasan pada anak tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis mendalam yang dapat memengaruhi perkembangan mereka hingga dewasa.
Merayakan Hari Anak Nasional, Uniqlo juga menggelar pameran dokumentasi perjalanan inspiratif Peace for All di Dia.Lo.Gue Kemang, Jakarta Selatan. Pameran ini menampilkan beragam hal; mulai dari pencapaian global, implementasi program di Indonesia bersama Save the Children, hingga koleksi T-shirt Peace for All yang kini telah melibatkan lebih dari 40 kolaborator ternama di dunia.
Dengan dukungan terus-menerus dari masyarakat melalui pembelian T-shirt Peace for All, kita semua dapat berkontribusi pada upaya pencegahan kekerasan pada anak dan pembangunan komunitas yang lebih baik. Mari bersama-sama menciptakan masa depan yang damai dan aman bagi anak-anak Indonesia. (f)
Baca juga:
Bergerak Bebas Sambil Bergaya di UNIQLO Fitfest 2025
Memperingati Hari Denim, Solidaritas terhadap Korban dan Penyintas Kekerasan Seksual
Ekspresi Makna Perdamaian Lewat Workshop Seni Uniqlo, Terinspirasi Karya Pablo Picasso
Faunda Liswijayanti
Topic
#kekerasananak, #uniqlo, #perlindungananak, #anak, #harianaknasional


