
Bincang santai dengan Marie-Ange Martincic, Manager of Avene Hydrotherapy Center, dan dr. Pavlina Dulguerova, dermatolog yang menangani problem kulit psoriasis Indadari Mindrayanti, makin membuat saya semangat untuk mencoba dan menggali lebih dalam produk favorit Rita Ora dan January Jones tersebut.
Femina (F): Ceritakan tentang asal muasal kehebatan air Avene yang dikenal ramah untuk kulit sensitif itu.
Marie-Ange Martincic (MAM): Manfaat air dari mata air Avene sudah ditemukan sejak tahun 1736. Sejak abad ke-18 para penduduk di sekitar Desa Avene mulai percaya bahwa mata air Saint Odile, yang ada di kaki Gunung Cevennes yang mengelilingi desa mereka, mempunyai berbagai khasiat untuk kesehatan kulit. Kepercayaan akan khasiat air tersebut berawal dari kuda milik Marquis of Rocozels, yang sebelumnya menderita sakit kulit, tiba-tiba sembuh dan surainya kembali tebal dan mengilat.
Rupanya, kuda tersebut minum dari mata air Saint Odile. Tujuh tahun kemudian, Marquis of Rocozels, yang kebetulan adalah pemilik dari lahan tersebut, mendirikan pusat terapi air untuk orang-orang yang menderita berbagai gangguan kulit, seperti atopic dermatitis, eksem, psoriasis, dan kulit terbakar.
Pada tahun 1990, Pierre Fabre membangun Avene Hydrotherapy, yang bertujuan untuk membantu para penderita berbagai gangguan kulit, seperti atopic dermatitis, psoriasis, eksem, luka bakar, gatal-gatal kronis, dermatosis kulit kepala, hingga perawatan kulit bagi pasien yang baru saja melalui proses bedah dan kemoterapi.
F: Apakah ada batasan usia untuk melakukan terapi di sini?
MAM: Kami menerima pasien di segala usia, dari orang berusia lanjut hingga anak-anak. Pasien anak-anak biasanya datang dengan kondisi kulit yang sangat membuat mereka menderita: gatal-gatal, merah, perih, dan sangat kering yang membuat mereka tidak nyaman beraktivitas. Setelah menyelesaikan terapi, mereka akan melalui proses wawancara agar kami dapat mengetahui sejauh mana tingkat kesembuhannya.
Topic
#avene


