
Foto: Dok. Freepik
Pentingkah Make-Up Director di E-commerce?
Sebenarnya, hadirnya Make-Up Director tidaklah menjadi penting bila publik sudah cukup cerdas untuk mengecek keamanan sertifikasi BPOM dan kandungan serta penggunaan seharusnya sebuah produk, sayangnya kebanyakan pecinta produk kecantikan masih lebih mempercayai ulasan konsumen lainnya, yang entah benar-tidaknya, bahkan beberapa ulasan sekadar memberi rating bintang dengan komentar pengiriman yang rapih dan cepat namun produk belum dicoba.
Di Lazada dan Shopee, telah tersedia Lazmall dan Shopeemall sebagai gerai resmi dari distributor produk yang selain telah lulus sertifikasi BPOM, produkpun akan dikirimkan langsung dari penjual resmi. Blibli menyediakan pilihan gerai resmi ataupun produk terkurasi yang disediakan oleh Blibli. Sementara pada Tokopedia, pilihan penjual diberi label penjual resmi atau penjual favorit berdasarkan rating kepuasan pembeli. Permasalahannya, apakah semua ini menjamin produk yang dijual menjadi aman untuk pasar Indonesia?
Semua kembali ke kemampuan publik meneliti produk yang akan mereka beli. Terkadang pembeli tidak membeli dari gerai ataupun toko resmi, mengakibatkan kualitas produk yang dipertanyakan, sementara banyaknya reseller bahkan kemasan share-in-jar dan pre-loved masih dibiarkan tanpa kurasi dari pihak marketplace, kecuali ada laporan dari pelanggan lainnya. Hal ini lah yang membuat dibutuhkan adanya peran dari praktisi, akademisi, dan editor kecantikan yang mengarahkan publik untuk dapat membeli produk aman dan berkualitas ketimbang termakan promosi semata.
Saat dihubungi Femina, Archaengela Chelsea menjelaskan lingkup kerjanya sebagai Make-Up Director di Social Bella, “Selain mengerjakan campaign mereka, saya juga membuat tutorial dan prediksi tren riasan yang akan hadir, dan juga membantu proses kurasi.” Sayangnya, saat ditanyakan lebih lanjut, Chelsea belum bisa berbagi informasi lebih banyak karena jumpa pers resmi baru akan digelar awal Agustus 2020 nanti.
Langkah pengangkatan Archaengela Chelsea sebagai Make-Up Director yang diambil Social Bella diharapkan menjadi awal untuk industri kecantikan di Indonesia untuk dapat lebih bijak dalam melakukan praktik bisnis yang aman, berkualitas, dan mengutamakan kesehatan konsumen.
Ketidak tepatan penggunaan produk kecantikan pun fatal. Bila pada kondisi normal dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, namun di masa pandemi dapat menyebabkan penularan COVID-19, tentu bukan bonus paket kecantikan yang diinginkan konsumen.
Meski bisa lebih dimaksimalkan lagi, namun langkah awal adanya make-up director pada platform marketplace ini juga perlu disimak dan sebaiknya diikuti pemain marketplace lainnya. Saatnya menggandeng praktisi yang benar-benar mengerti dan memahami kandungan riasan untuk menjadi kurator, pastikan semua produk aman dan tersertifikasi, serta jual produk resmi yang bukan produk bekas pakai ataupun kemasan ulang. Sederhana, namun yang menjadi amat penting untuk perkembangan industri kecantikan di Indonesia. (f)
Baca Juga
Ramai Produk Kecantikan Preloved Dan Share In Jar. Amankah?
Khasiat Garam Laut Untuk Kecantikan
Tak Hanya Harum, Bunga Mawar Juga Kaya Khasiat Kecantikan


