Beauty Trend
Ketika Aroma Malam Diterjemahkan ke dalam Serge Lutens La Nuit Tombée

5 Jun 2026

Serge Lutens La Nuit Tombée menebarkan aroma malam yang misterius. Foto: Dok. Serge Lutens


Seperti apa, sih, seandainya malam bisa diterjemahkan jadi sebuah wewangian?

Jika kenangan kamu akan aroma malam adalah sesuatu yang lebih intens, dengan jejak rempah lebih kuat, kamu bisa mencoba Serge Lutens La Nuit Tombée.

Parfum terbaru dari lini La Collection Noire ini menawarkan pengalaman lebih intim–momen ketika siang perlahan berubah menjadi malam, dan seseorang mulai kembali pada dirinya sendiri. 

Arti La Nuit Tombée dalam Bahasa Prancis, “ketika malam tiba,” menjadi fondasi seluruh konsep parfum.

Serge Lutens menggambarkannya sebagai refleksi tentang transisi dari terang menuju gelap, ketika seseorang meninggalkan hiruk pikuk dunia luar dan memasuki ruang yang lebih privat dan reflektif. 

Narasi yang diangkat terasa puitis–senja musim dingin yang panjang, kenangan yang muncul kembali, dan keheningan yang perlahan mengambil alih terangnya siang hari. 

La Nuit Tombée masuk ke dalam keluarga aroma Chypre, salah satu kategori paling klasik dalam dunia parfum. Namun, Serge Lutens memberikan interpretasi yang jauh lebih lembut dan kontemplatif dibandingkan chypre tradisional yang biasanya menebarkan aroma kuat.

Sekilas aromanya mirip kelompok parfum Timur Tengah yang intens, dengan aroma kayu. Foto: Dok. Serge Lutens

Parfum ini dibangun di atas tiga bahan utama, yaitu Olibanum Incense, Patchouli Essence, dan Cedar Essence. 

Kombinasi tersebut menciptakan aroma kayu yang smoky, sedikit misterius, namun tetap halus. Serge Lutens menggambarkannya sebagai kabut yang turun ke bumi ketika malam datang. 

Parfum ini tidak dirancang untuk mengikuti tren musiman. Ia ditujukan bagi mereka yang menyukai aroma tak ubahnya sebuah rahasia pribadi–sesuatu yang tidak harus langsung dipahami semua orang.

La Nuit Tombée bukan tipe parfum yang langsung menarik perhatian dalam lima detik pertama. Dry down di tiap kulit (dan cuaca) menghasilkan aroma akhir berbeda-beda. Ini adalah parfum yang berkembang perlahan dengan gerak pemakainya.

Kalau kamu menyukai aroma lebih intens yang membawa memori akan keheningan, refleksi, dan sentuhan quiet luxury, Serge Lutens La Nuit Tombée bisa jadi opsi untuk kamu. (f)

Baca juga:
Byredo Hadirkan Semesta Kecilnya di Indonesia
The Golden Scents, Interpretasi Modern Parfum Khas Timur Tengah dari Scarlett
Aroma Baru Lebih Intens Rayakan 20 Tahun Dolce&Gabbana The One

 

Zornia Harisantoso


 


MORE ARTICLE
polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?