Beauty Trend
Byredo Hadirkan Semesta Kecilnya di Indonesia

5 May 2026

Butik Byredo pertama di Indonesia ada di Level 2 Plaza Indonesia, Jakarta. Foto: Dok. Luxasia


Jangan sebut diri kamu seorang perfumista kalau kamu belum pernah punya—atau paling nggak pernah mencium aromanya—parfum Byredo.

Dengan botol ringkas dan tutup bulat hitam dalam desain minimalis (yang menginspirasi desain kemasan banyak parfum lokal), Byredo adalah representasi dari bagaimana aroma bisa menjadi bentuk ekspresi personal. 

Byredo—singkatan dari istilah lama dalam Bahasa Inggris “by redolence” untuk parfum beraroma manis—adalah parfum yang diciptakan oleh Ben Gorham, mantan atlet basket profesional yang juga berlatar belakang seni dan desain. 

Pilihan beragam jenis parfum di “pulau granit”; Byredo berawal dari scented candle; hair mist skala luks yang bisa jadi andalan pejuang transum fancy. Foto: Dok. Luxasia

Gorham yang berdarah campuran India, Skotlandia, dan Kanada lahir di Swedia, besar di Kanada dan AS, sebelum kembali ke Swedia untuk kuliah seni. 

Berawal dari pertemuannya dengan perfumer Pierre Wulff, Gorham memulai perjalanan bisnis wewangiannya dengan membuat scented candle. Ia mendirikan Byredo, diawali parfum pertama yang menangkap esensi kenangan akan aroma sang ayah, yang meninggalkan keluarganya ketika Gorham masih kecil. 

Sejak awal, Byredo dikenal dengan pendekatan minimalis khas Skandinavia—terlihat dari desain kemasan, hingga komposisi scent yang modern, ringan, namun tetap emosional dengan narasi masing-masing. Inilah yang membuatnya cepat berkembang dari niche label menjadi salah satu jenama paling berpengaruh di dunia parfum luks.

Lima varian unggulan dalam versi Eau de Parfum dan Absolu de Parfum; koleksi Night Veils yang lebih intens dan mewah. Foto: Dok. Luxasia

Lima varian unggulannya adalah:
- Gypsy Water—menawarkan aroma fresh woody yang ringan dan effortless
- Blanche—sering diasosiasikan dengan “clean girl aesthetic” 
- Bal d’Afrique—terinspirasi dinamisnya tarian Afrika 
- Rose of No Man’s Land—tribute Gorham untuk para perawat di daerah konflik
- Mojave Ghost—esensi ketangguhan bunga hantu (Mohavea confertiflora) yang tumbuh di Gurun Mojave, AS, nan gersang.

Kini, perjalanan Byredo memasuki babak baru di Indonesia dengan membuka butik pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta, tepatnya di Level 2. 

Lini body care yang mengundang kita mencoba; area gifting yang ditata menyenangkan. Foto: Dok. Luxasia

Dirancang sebagai ruang yang menggabungkan material, cahaya, dan proporsi, begitu masuk butik ini kita seakan memasuki semesta kecil Byredo. Interiornya menonjolkan elemen batu granit, lantai terrazzo, serta palet warna netral yang dipadukan aksen burgundy, menciptakan suasana yang minimal namun tetap hangat dan sensorial.

Area utama butik menampilkan parfum sebagai pusat perhatian, baik itu Eau de Parfum maupun Absolu de Parfum (versi lebih intens) dan koleksi Night Veils yang lebih mewah dengan intensitas keharuman yang tinggi—semuanya ditata di atas “pulau” granit yang bergaya arsitektural. 

Santai dulu sebelum menentukan pilihan; coba jeda dengan mencuci tangan dilanjutkan memakai krim tangan–hmm.... Foto: Dok. Luxasia

Lini body care dan hand care, lilin wangi, hingga krim tangan melengkapi pilihan, dengan area gifting jadi sudut yang menyenangkan untuk mengeksplorasi pilihan.

Sementara itu, area lounge menghadirkan pengalaman yang lebih intim melalui sentuhan material seperti kayu lacquer dan karpet tenun dari jenama Swedia, Kasthall

Setiap detail butik ini dihadirkan untuk memperkuat filosofi Byredo bahwa aroma, ruang, dan ritual bisa menyatu dalam satu pengalaman utuh. Selamat datang di semesta kecil wewangian luks yang refined, personal, dan artistik. (f)
 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?