Butuh usaha lebih, nih.Bisa menembus kampus di luar negeri, pastinya jadi impian kita. Apalagi kalau negaranya punya tingkat pendidikan yang lebih oke.
Cek dan ricek
Sebelum memutuskan negara yang ingin kita tuju, pastikan dulu kalau kampus kita mempunyai kerja sama internasional dengan kampus di luar negeri. Soalnya, memang ada beberapa kampus yang menyediakan program pertukaran mahasiswa dan kita bisa langsung mendaftar.
Nggak hanya kampus, beberapa lembaga pemerintah dan internasional pun banyak yang menyediakan program pertukaran ini. Misalnya, Deplu, IIEF (The Indonesian International Education Foundation), DAAD--organisasi bersama dari institusi pendidikan tinggi dan asosiasi mahasiswa jerman--dan lainnya. Jangan lupa, tuh, tanyakan persyaratannya.
Siap-siap
Yap, mendaftar di kampus lainnya, pasti membutuhkan beberapa dokumen standar. misalnya, CV dalam bahasa Inggris, transkrip nilai yang dilegalisir, sertifikat TOEFL atau bahasa asing lainnya, sertifikat bukti kegiatan atau prestasi yang pernah kita raih, foto, dan paspor.
Nggak ada salahnya pula kita menyiapkan esai tentang rencana studi kita, surat rekomendasi, dan surat rekomendasi, dan surat keterangan kesehatan kita.
Cas-cis-cus
Jelaslah, namanya juga mendaftar di negara lain, wajib hukumnya untuk fasih berbahasa asing--minimal bahasa Inggris atau bahasa asing lain jika negara yang dituju nggak menggunakan bahasa Inggris. Jadi kalau belum yakin dengan kemampuan bahasa asing kita, sebaiknya perdalam dulu, deh, dengan kursus.
Bikin jadwal
Ikut program pertukaran, nggak berarti kuliah kita di dalam negeri didiamkan begitu saja. Kita tetap harus membuat rencana studinya. Agar kita nggak ketinggalan banyak mata kuliah, didiskusikan dulu jadwal kuliah kita dengan dosen wali. Nggak kita dengan dosen wali. Nggak mau, kan, karena asyik kuliah sementara di luar negeri, wisuda kita malah tertunda?
Gabung,dong...
Beberapa mahasiswa yang pernah kuliah di luar negeri biasanya mempunyai komunitas tempat mereka berbagi cerita. jika kita mau bergabung, maka kita bakal mendapat informasi tentang kampus dan kehidupan lingkungan di sekitarnya. kita juga bisa berdiskusi tentang negara atau ata kuliah yang kita ambil nantinya.
Tetap diawasi
Saat sudah lolos seleksi untuk pertukaran mahasiswa, biasanya jadwal harian kita bakal dipenuhi dengan seminar dan pameran pertukaran budaya. Makanya sebaiknya tunda dulu jadwal jalan-jalan kita hingga weekend atau hari libur. soalnya nilai dan kehadiran kita bakal tetap dipantau oleh kampus. CC


