- Bayar tunai atau kredit? Kebiasaan orang Indonesia saat bepergian adalah menggunakan uang dalam pecahan besar saat berbelanja. Hal ini sebenarnya bertentangan dengan kebiasaan penduduk lokal Eropa atau Amerika yang lebih suka membayar dengan uang koin atau kartu kredit. Kebiasaan orang Indonesia ini kerap menjadi incaran empuk penjahat. Untuk itu, lebih baik gunakan kartu kredit untuk berbelanja di luar negeri.
- Bahasa. Pelajari beberapa kata sapaan dalam bahasa setempat. Negara seperti Prancis akan lebih menghargai bila Anda membalas sapaan mereka menggunakan bahasa mereka. Kalau perlu, gunakan kecanggihan apps terjemahan pada gadget Anda.
- Ngobrol. Hindari kebiasaan ngobrol keras dengan teman satu rombongan saat di tempat umum. Hal ini hanya akan membuat Anda tampak menonjol sebagai turis. Di Paris, Anda akan menyadari bahwa orang Paris tidak berbicara di jalanan atau saat berada di dalam metro. Saat di restoran pun mereka bicara dengan pelan. Pastikan Anda pun melakukan hal yang sama.
- Beri tip atau tidak? Di beberapa negara, ada ‘kewajiban’ tak tertulis untuk memberikan tip kepada petugas hotel yang membawakan tas kita, atau pelayan restoran. Besarnya umumnya 10-20 persen dari harga makanan yang kita pesan.
- Menginap di hotel atau rumah warga? Jika hotel terlalu mainstream untuk Anda, dan Anda ingin merasakan pengalaman hidup sebagai warga lokal, Anda bisa mencari host di rumah-rumah yang disewakan di website, seperti VRBO (vacation rentals by owner) atau Airbnb di kota tujuan.
- Pilih teman atau guide lokal? Cara mudah untuk menemukan spot-spot tersembunyi yang hanya diketahui penduduk lokal, tentu dengan menyewa guide lokal. Cara lainnya, manfaatkan teman. Bisa juga dengan mencari kenalan baru orang-orang dari tanah air yang tengah kuliah di negara tersebut. Mereka bisa menjadi informan berharga Anda.
Ficky Yusrini


