Kini, ibu yang kesulitan menyusui bisa meminta pertolongan donor ASI dari ibu lain yang kelebihan stok atau yang biasa disebut dengan praktik donor ASI. Namun, tidak semua ibu yang kelebihan stok asi, dapat mendonorkan ASI-nya. Seorang wanita tidak disarankan mendonorkan ASI, apabila:- Menerima donor darah atau produk darah lainnya dalam 12 bulan terakhir.
- Menerima transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir.
- Pengguna rutin obat bebas.
- Pengguna vitamin megadosis atau obat-obatan herba.
- Perokok.
- Memakai implan silikon pada payudara.
- Vegetarian yang tidak mengonsumsi suplementasi vitamin B12.kadar zat besinya tidak cukup.
- Penyalah guna obat-obatan terlarang.
- Riwayat hepatitis, gangguan sistemik lainnya atau infeksi kronis (HIV).
Donor disarankan memeriksakan dirinya dan terbukti negatif secara serologis terhadap: HIV, HTLV (penyebab leukemia), hepatitis B, hepatitis C, dan sifilis. Pemeriksaan ini juga berguna jika dilakukan setiap ibu hamil untuk mencegah penularan penyakit dari ibu ke bayi. Pemeriksaan dan kriteria donor juga perlu diulangi setiap kehamilan atau persalinan baru. (f)


