Keluarga saya tinggal serumah dengan ipar di rumah warisan orang tua suami. Yang menjadi masalah adalah istri kakak ipar saya sering berpesta dengan musik keras dan alkohol. Terkadang kakak ipar juga sering meminjam uang pada suami sehingga ikut memengaruhi keuangan keluarga kami juga. Kedua hal ini membuat saya khawatir, apalagi ada anak-anak di rumah kami.
Tenny - Jakarta
Menurut Psikolog Irma Makarim, sebaiknya Anda tidak menyimpan sendiri kecemasan yang Anda pikir dapat memengaruhi anak-anak Anda. Bila Anda merasa keuangan keluarga terganggu, bicarakanlah dengan suami. Memang sulit untuk menolak saudara yang sedang membutuhkan bantuan, tetapi tidak berarti suami perlu mengorbankan keluarga sendiri untuk mendukung gaya hidup orang lain, apalagi jika uang itu hanya digunakan untuk berpesta dan hal-hal yang tidak berguna. Bantuan pun seharusnya disesuaikan dengan kemampuan.
Mungkin kakak ipar Anda tidak memiliki maksud mengganggu kehidupan keluarga Anda. Mungkin ia tidak menyadari bahwa gaya hidup dan sikapnya menimbulkan rasa tak nyaman pada Anda dan keluarga, karena itu harus ada yang memberitahukannya. Bicarakan hal ini secara baik-baik dengan suami dan kakak ipar Anda. Mereka harus berperan aktif agar ketidaknyamanan itu tidak berlarut-larut dan menimbulkan perselisihan.
Perlu aturan yang tegas dan disepakati bersama bila dua keluarga ingin hidup berdampingan. Sangat penting bagi kedua pihak untuk menghargai aturan itu dan menjaga perilaku masing-masing. Bila jalan keluarga gagal didapat, pertimbangkan untuk tinggal terpisah. Mungkin Anda bisa mengusulkan pada suami untuk menjual rumah tersebut, lalu hasilnya digunakan untuk membeli rumah yang lebih kecil untuk masing-masing keluarga. Mungkin dengan begitu persaudaraan tetap terjaga dan kedua keluarga dapat hidup nyaman sesuai nilai hidup masing-masing.
Sedangkan menurut Psikolog Monty Satiadarma, saat dua keluarga tinggal di bawah satu atap, ada beberapa kemungkinan bisa terjadi. Pertama, terjadi penyatuan budaya. Ini biasanya terjadi jika salah satu budaya lebih kuat daripada yang lain. Kedua, kesenjangan yang menimbulkan konflik dalam bentuk pemaksaan kehendak yang satu terhadap yang lain. Kemungkinan ini terjadi jika kedua budaya sama kuatnya, sehingga sering menimbulkan konflik berkepanjangan. Kemungkinan ketiga, masing-masing berdiri sendiri tanpa saling mengintervensi. Ini sangat jarang. Kalaupun terjadi, biasanya akan mengarah ke kemungkinan pertama dan kedua.
Jalan keluar terbaik sebetulnya memisahkan kedua keluarga untuk tinggal di tempat yang berbeda. Memang akan timbul masalah, seperti siapa yang harus pindah. Konflik tak bisa dihindari selama masing-masing ngotot untuk bertahan. Jika menurut Anda kondisi di rumah itu akan berpengaruh buruk, mengapa tidak Anda upayakan perubahan secepatnya, pindah dari rumah tersebut.
Mungkin ada biaya yang Anda keluarkan dengan kepindahan itu. Tapi percayalah, biaya yang harus Anda tanggung jika sampai pengaruh buruk menimpa anak Anda, akan jauh lebih besar. Bukan hanya materi, tapi juga emosional. Bukan tak mungkin keadaan akan makin buruk dan mengganggu keutuhan rumah tangga Anda.(f)




