Food Review
Tansu Tak Lekang waktu

20 Aug 2015

Sebut saja ‘ketan susu’ di area Kemayoran pada warga sekitar. Mereka yang menunjukkan jalannya kepada Anda –di perempatan Jalan Garuda dan Jalan Angkasa- besar kemungkinan juga penggemar jajajan Betawi itu.

    Ketan susu, populer disingkat tansu, yang bisa saja pernah Anda dengar, berangkat dari kepopuleran warung Ketan Susu Kemayoran di sebuah muka gang yang lega ini, sejak akhir tahun 1950. Tua-muda berjubel menanti tansu hangat untuk segera mendarat di tangan mereka. Buka 24 jam, keramaiannya ‘memanas’ menjelang larut.

Ketan dilumuri susu kental manis merek Omela, didampingi tempe goreng yang panas. Iklan Omela terpajang di gang, pada dinding yang menjadi sandaran penikmat tansu yang nyantai di kursi kayu panjang. Lokasi duduk favorit adalah seputar meja racik. “Anda bisa puas menambah gorengan,” ujar pelanggan.

    Ketannya pulen, dengan taburan kelapa parut yang gurih dan siraman susu kental manis yang enggak jorjoran. Di tempat makan yang modern, tansu dimodifikasi dengan variasi topping. Di sini, temani tansu dengan teh poci Slawi. Akui saja, kesederhanaan ini justru memikat Anda, ‘kan?

Alamat: Jl. Garuda Ujung (antara lampu merah Jl. Angkasa dan Jl. Garuda), Kemayoran, Jakarta Pusat.
Harga: Rp3.500 (dengan tempe).
Suasana:
Makan bareng. Taka jarang harus berdiri karena ramai. Kenakan busana sederhana agar tak mencolok.


 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?