Sex & Relationship
Survei Membuktikan…

11 Mar 2015

Psikolog keluarga Roslina Verauli mengomentari beragam survei dan penelitian dari berbagai negara tersebut.  
 
1. Cantik itu relatif, tapi penampilan istri yang menarik itu penting!
Penelitian yang dilakukan psikolog dari Amerika Serikat (AS), Andreal Meltzer, pada tahun 2014 dam melibatkan 450 pasangan yang telah menikah selama 4 tahun ini mengungkap bahwa istri dengan penampilan menarik terbukti kehidupan pernikahannya bahagia.
 
Kata Psikolog: Benar sekali, dan hal ini manusiawi. Menarik tidak harus soal fisik. Bisa pula karena sikap positif yang terpancar, perasaan yang selalu bahagia, sifat humoris, dan kepribadian yang menyenangkan. Namun, seorang istri yang menarik juga tidak lepas dari peran suami yang sanggup membahagiakannya secara lahir batin.

2. Gaji tinggi dan rumah mewah bukan ukuran bahagia
Dalam studi ini ang dilakukan oleh Badan Statisik Nasional Inggris tahun 2013, sebanyak 165.000 responden mengaku bahwa kebahagiaan pernikahan 20 kali lebih penting ketimbang pendapatan besar dan 13 kali lebih utama daripada rumah mewah.

Kata Psikolog: Benar. Ada beberapa pasangan yang memiliki segalanya, tapi relasi intimnya bersama pasangan tidak berjalan dengan baik. Alhasil, masing-masing mencari kebahagiaan di luar pasangan dengan cara berselingkuh atau menenggelamkan diri dalam pekerjaan. Resep utama pernikahan bahagia adalah keberhasilan hubungan intim. Menjaga kehangatan tempat tidur menjadi sangat penting!
 
3. Jangan sampai kurang tidur!
Setelah meneliti 149 pasangan di Amerika, para peneliti dari UC Berkeley tahun 2013 menyimpulkan bahwa mereka yang kurang tidur mengaku menjadi cepat tersulut emosi sehingga sering berkonflik dengan pasangan.

Kata Psikolog:  Setuju. Saat kurang tidur, Anda cenderung akan merespons segala perkataan atau sikap pasangan dengan cara negatif. Respons Anda pun cenderung jadi berlebihan. Sumbu api ini akan  makin berkobar ketika pasangan sama-sama kurang tidur. Waktu tidur yang cukup akan membuat pikiran Anda lebih fokus, sehingga dapat mencerna informasi dan memiliki toleransi yang lebih baik.

4. Marah boleh, tapi…
Penelitian oleh Universitas Florida di tahun 2012 mengungkap bahwa sesekali, suami dan istri juga perlu mengalami konflik. Asalkan ditangani dengan baik, kemarahan maupun konflik rumah tangga akan memberikan manfaat positif.

Kata Psikolog: Pernikahan paling langgeng adalah yang dipenuhi konflik dan kemarahan. Dengan catatan, segala konflik dan kemarahan itu terselesaikan dengan baik. Konflik membuat Anda dan pasangan belajar banyak hal. Ketika Anda dan suami beradu pendapat, masing-masing akan belajar cara mempertahankan prinsip sekaligus cara saling memahami. Ini menjadi modal penting yang akan menguatkan kehidupan rumah tangga Anda. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?