Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Sabtu (15/3) lalu tiga kali naik panggung, mewakili warga Surabaya untuk menerima penghargaan Indonesia Millennium Development Goal (MDG) Awards 2013 (IMA 2013). Salah satunya adalah terpilihnya Surabaya sebagai Provinsi Terbaik! “Yang terpenting bukanlah penghargaan yang diraih, tapi bagaimana masyarakat dapat terlayani dengan baik. Itu intinya,” ungkap Risma di acara penghargaan yang diberikan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden RI (KUKPRI) itu di Jakarta.
Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs Nila Moeloek menjelaskan bahwa IMA yang telah digelar untuk kali ke-3 ini merupakan ajang untuk mengapresiasi kerja keras dari tiap pemerintah provinsi, kota/kabupaten, ormas/pemuda, dan sektor swasta, termasuk media, dalam mewujudkan target MDG.
Ada empat bidang yang menjadi fokus, yaitu Kesehatan Ibu dan Anak, Nutrisi, Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS dan Penyakit Menular Lainnya, Akses Terhadap Air Bersih dan Sanitasi Dasar, serta Pendidikan. Masa pendaftaran online dan pos yang dibuka sejak 20 Desember 2013 hingga 23 Februari 2014 ini menerima sebanyak 443 program dari seluruh nusantara.
Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya berhasil menjadi juara pertama untuk program Pembentukan Kelompok KB Pria Vasektomi Penghargaan pertama untuk keberhasilan pemkot Surabaya dalam menggerakkan kelompok KB pria vasektomi.
“Kelompok KB yang resmi berjalan sejak 2011 ini sejak tahun 2009 telah aktif melakukan sosialisasi. Pesertanya terus bertambah, dari 300 pria di tahun 2012, meningkat menjadi 700 pria di tahun 2013,” ungkap Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya Nanis Chairani, kepada femina via pembicaraan telepon.
Surabaya juga berhasi menjadi pemenang pertama untuk keberhasilannya dalam mengembangkan layanan perpustakaan umum kota. Saat ini jumlah taman bacaan dan perpustakaan di Surabaya mencapai 980 titik. Perpustakaan itu tersebar di lokasi sekolah, balai RW, puskesmas, rumah sakit dan taman-taman kota, dengan koleksi mencapai 1 juta buku.
“Banyak sekali warga yang mulai membuka usaha kecil atau menengah setelah mendapat ilmu dari buku yang dibaca. Jadi bisa dikatakan keberadaan perpustakaan memberi manfaat,” ujar Risma semringah.
Selain Surabaya, ada 29 pemenang penghargaan lainnya. Di antaranya, kota Bima, NTB, sebagai pemenang pertama untuk program Kelas Gizi Balita Kurang Energi Protein, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, untuk Kampung ODF (akses jamban sehat), PT. Pertama (Persero) Jakarta untuk pos gizi Warung Balita Sehati, dan Prodi DIII Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar Halmahera Timur, Maluku Utara untuk program Positive Deviance Pencegahan Gizi Buruk di Kota Maba.
NJL/PM
Foto: Dok. IMA 2013


