Saya sudah lupa bagaimana dulu bisa dekat sampai menikah dengan suami. Saya pernah diperingatkan beberapa orang tentang sifat suami yang angkuh. Saat itu saya tidak menyadarinya. Setelah menikah, saya baru melihat betapa suami sering merendahkan orang lain, tapi tidak saya. Sikapnya membuatnya jadi public enemy. Terus terang, saya jadi malu pada sikapnya. Capek juga membelanya terus-menerus. Bagaimana membuatnya sadar?
Bianca - Tangerang
Menurut psikolog Irma Makarim, memang tak mudah hidup bersama pasangan yang angkuh. Dengan sikap seperti itu tentu sulit membangun percakapan dan diskusi yang rasional bersamanya. Biasanya orang seperti itu juga berusaha mendominasi pembicaraan, selalu ingin didengar, tetapi tidak bersedia mendengarkan masukan atau pandangan orang lain. Tak heran bila mendengar pandangannya bahwa dialah yang paling hebat atau paling benar. Karena tidak mau mengakui kesalahannya, maka mereka jarang sekali minta maaf, bahkan cenderung melemparkan kesalahan pada orang lain.
Tak perlu disesalkan kalau sebelumnya Anda tak menyadari hal ini. Mungkin Anda perlu melakukan perubahan daripada berusaha terus membela atau menutupi sikapnya yang angkuh. Tentu bukan hal yang mudah, kecuali suami Anda menyadari bahwa ia memerlukan perubahan ini bagi dirinya. Tetapi, Anda bisa mengubah sikap Anda sendiri dalam menanggapi perilaku suami dan mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi suami untuk mengubah perilakunya.
Dalam keseharian, perlihatkan padanya bahwa sikapnya itu membuat orang tak suka berteman atau berada di sekitarnya, karena tak ada orang yang suka diperlakukan demikian. Anda harus berusaha membuka matanya, agar suami sadar bahwa perilakunya bisa merugikan dirinya sendiri. Kalau terhadap Anda, suami tak bersikap meremehkan, maka mintalah kepadanya untuk melakukan hal yang sama pada orang lain. Tekankan juga bahwa ia harus memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan. Masalahnya, memang biasanya orang yang bersikap angkuh merasa dirinya kurang berharga atau tidak dicintai. Karenanya, kasih sayang dan perhatian yang Anda berikan akan sangat berharga bagi suami.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, mungkin saja suami Anda memiliki kecenderungan pribadi yang narsisisme. Ia merasa benar sendiri, merasa senantiasa lebih superior daripada orang lain, dan cenderung merendahkan kemampuan orang lain. Perubahan konstruksi kepribadian membutuhkan waktu yang panjang, dan biasanya seorang penyandang pribadi narsisisme tidak bersedia memperbaiki diri. Itu kesulitannya untuk memperoleh masukan dari orang lain.
Ia mungkin sesekali ‘terantuk’ atau ‘tersandung’ masalah publik, dan ia harus mempertahankan diri. Tetapi, selama ada orang yang membelanya, ia tidak akan pernah menyadari hal tersebut. Sementara, jika orang terdekat tidak membela dirinya, ia akan menyalahkan orang terdekatnya tersebut. Ini kesulitan lain yang mungkin akan Anda hadapi jika membiarkan dirinya bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.
Namun, justru di sanalah letak persoalannya. Pembelaan Anda terhadap dirinya merupakan tindakan dukungan terhadap kecenderungan narsisismenya. Amat boleh jadi ia belum tergolong terganggu, tetapi kecenderungan perilakunya lambat laun akan memberi dampak negatif baginya. Selama Anda membela dirinya, ia tidak akan menyadari dampaknya, karena Andalah yang menghadapi dampak tersebut. Ada baiknya Anda berkonsultasi lebih lanjut dengan konsultan setempat.(f)


